Viral!!! Anggaran Pemprov DKI Sebesar Rp 82,8 Miliar untuk Beli Lem Aibon yang Disuplai ke Sekolah

Liputanindo.com Viral di media sosial temuan anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana soal anggaran Dinas Pendidikan DKI. anggota DPRD DKI itu menemukan adanya anggaran yang tak lazim, yakni pembelian lem Aibon dengan total harga Rp 82,8 miliar.

Pembelian lem Aibon tersebut tercantum dalam program, belanja alat tulis kantor tahun 2020. Temuan itu dipublikasikan William melalui media sosial Twitter dan Instagram.

“Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya. Buat apa?. Kalau banyak yang RT besok pagi saya akan buka-bukaan soal anggaran DKI,” tulis William di Twitter dengan akun @willsarana.

Temuan tersebut sontak membuat warganet heran dan turut memperbincangkan. Aibon pun trending di Twitter dan dicuitkan lebih dari 47,8 ribu kali.

Aibon Jadi trending di Twitter

Link APBD Pemprov DKI Jakarta yang dibagikan oleh William mestinya dapat diakses publik. Namun, setelah temuan anggaran lem Aibon itu viral, Laman APBD DKI Jakarta tak dapat diakses. Hal ini, nampaknya telah diperkirakan oleh William.

Ditutupnya laman APBD Pemprov DKI Jakarta membuat politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu bertekat untuk buka-bukaan demi transparansi anggaran.

“Tunggu 2 jam lagi, saya akan buka-bukaan tentang APBD DKI Jakarta. Pantau terus sosial media PSI,” ujar William dalam video yang diunggah di Twitter @willsarana.

Sebelum menemukan anggaran yang tak lazim itu, mulanya William beberapa kali mempermasalahkan sulitnya akses ke laman apdb.jakarta.go.id meski DPRD DKI sudah mulai membahas anggaran.

 

View this post on Instagram

 

MURID DI SEKOLAH DKI JAKARTA DISUPLAI 2 KALENG LEM AIBON SETIAP BULAN⁣ ⁣ Sampai sekarang publik belum bisa mengakses dokumen APBD 2020 di apbd.jakarta.go.id. Padahal pembahasan anggaran sudah dimulai di DPRD. ⁣ ⁣ Namun, kami berhasil mendapatkan cara untuk mengakses nya. Lalu kami menemukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem aibon sebesar 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan⁣ ⁣ Lem aibon itu dibeli untuk 37500 murid di DKI Jakarta. Artinya Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya. ⁣ ⁣ Buat apa murid-murid kita disuplai 2 kaleng lem aibon tiap bulanya? Tolong jelaskan. ⁣ ⁣ Note: Jika tulisan ini viral berikut adalah link anggaran lem aibon tersebut. Jangan sampai Pemprov DKI takedown lagi APBD nya dari website mereka. ⁣ ⁣ https://apbd.jakarta.go.id/main/pub/2020/1/4/rka/221/list?cd=dW5pdD0xMDEwMTMwMSZpZGdpYXQ9NTY1NTcz

A post shared by William A. Sarana (@willsarana) on

“Sampai sekarang publik belum bisa mengakses dokumen APBD 2020 di apbd.jakarta.go.id. Padahal pembahasan anggaran sudah dimulai di DPRD. Namun, kami berhasil mendapatkan cara untuk mengakses nya. Lalu kami menemukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem aibon sebesar 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan⁣. Lem aibon itu dibeli untuk 37500 murid di DKI Jakarta. Artinya Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya. ⁣Buat apa murid-murid kita disuplai 2 kaleng lem aibon tiap bulannya? Tolong jelaskan,” tulis William di Instagram.

Tanggapan Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku akan mengecek ulang pengajuan anggaran dalam dokumen rancangan KUA-PPAS 2020.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengomentari temuan politisi PSI William Aditya Sarana mengenai anggaran untuk pembelian lem Aibon sebesar Rp 82,8 miliar.

“Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, “ kata Susi Nurhati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam.

Susi menyatakan, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu, item yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja dan menegaskan tidak ada pengajuan anggaran untuk pembelian lem aibon.

“Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja,” ujarnya.

Selanjutnya, Susi mengatakan, pihaknya akan menyelidiki pihak yang menginput pembelian lem sebanyak Rp 82,8 miliar tersebut.

“Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat (25/10) malam. Dan sekarang juga akan kami cek kembali keseluruhannya,” katanya.

Facebook Comments

Leave a Reply