Gadis Remaja Dipaksa Layani 6 Buruh, Setelah Kepergok Mesum Dengan Pacar di Gudang

Liputanindo.com Seorang gadis belia harus layani enam buruh karena ketahuan melakukan asusila dengan pacar, saat ini korban hamil. Tindak asusila bejat pada seorang gadis belia kembali terjadi. Seorang remaja, DP (17) di Padang Pariaman, Sumatera Barat diperkosa gerombolan buruh.

Hal ini bermula sejak DP tertangkap basah melakukan hubungan intim dengan kekasihnya, RZP (17). Berawal dari RZP yang mengajak DP ke sebuah gudang batu bata di Enam Lingkung pada Februari 2019 lalu.

RZP kemudian memaksa DP melakukan hubungan intim dan berulang tiga kali dalam rentang waktu tiga minggu. Saat ketiga kalinya, ada seorang buruh melihat kejadian tersebut. Seorang buruh yang hingga kini masih diburu Polres Padang Pariaman itu mengancam DP akan memberitahukan kejadian antara DP dan RZP kepada warga.

Berada di bawah tekanan, DP dipaksa melayani nafsu bejat si buruh dan rekan-rekannya. Pada laporan pertama, satu buruh tersebut mengajak tiga teman lainnya yakni SH (23), NR (25), dan JT (20). Ketiganya sudah diamankan.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kami bergerak cepat dengan mengamankan pacarnya RZP dan tiga buruh lainnya,” kata Rizki.

Selain tiga buruh tersebut, RZP juga ditetapkan sebagai tersangka. Satu buruh lainnya masih buron Polres Padang Parimanan. Selang satu hari atas laporan tersebut, Polres Padang Parimanan menyebut jika DP telah dirudapaksa oleh lebih dari empat orang.

“Dari hasil pengembangan kasus, ternyata ada 7 orang tersangka. Satu orang pacarnya dan enam orang buruh,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon, Jumat (13/9/2019).

Menurut Lija, empat orang sudah diamankan sedangkan tiga orang lainnya masih diburu dengan status daftar pencarian orang (DPO).

“Mereka kabur. Setelah kita cek ke rumahnya, tiga orang itu tidak berada di tempat. Diperkirakan dia kabur dari Padang Pariaman,” jelasnya.

Selain mengalami trauma berat, DP dilaporkan juga tengah hamil lima bulan. Saat ini, DP sedang mendapatkan perawatan psikiater RSUD Padang Parimanan untuk memulihkan kondisi psikologinya.

“Korban mengalami trauma mendalam. Dia ditangani oleh psikiater RSUD dan juga sedang hamil lima bulan,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon, Jumat (13/9/2019).

DP yang berbadan dua membuat orang tua tahu soal kejadian yang menimpa anaknya. Orang tua DP pun melaporkan kasus ini ke polisi.

“Orangtua korban akhirnya tahu anaknya hamil. Setelah ditanya akhirnya korban mengaku dan akhirnya orangtua korban membuat laporan ke polisi,” kata Lija

Facebook Comments

Leave a Reply