Disiksa Anak Kandung, Seorang Ibu Sewa 5 Pembunuh Bayaran Habisi Anaknya

Liputanindo.com Terungkap detik-detik pembunuhan sadis di Indramayu yang menimpa Carudin. Carudin ditemukan tewas mengenaskan di Hutan Lindung Gunung Kalong, Desa Cikawung, Blok Ciselang, Kecamatan Terisi.

Carudin dihabisi pembunuh bayaran alias algojo suruhan ibu kandungnya, DRH (50). Sang ibu meminta IG untuk melenyapkan nyawa sang anak. IG pun mengajak eksekutor lainnya, WRSN, WRD, BJ, dan PJ.

Rencana jahat itu pun dilakukan pada 26 Agustus 2019. Rupanya ada skenario khusus yang dilancarkan mereka.

Mulanya, Carudin diajak melakukan ritual. Kepada korban, pelaku mengajak mendatangi seorang dukun. Dukun itu berada di padepokan milik IG di Hutan Lindung tersebut.

Ternyata dukun itu diperankan pelaku lainnya, yakni WRSN. Akhirnya, Carudin pun terbujuk dan pergi ke hutan di Indramayu itu. Dia berkendara menggunakan mobil Toyota CAMRY miliknya.

Tak sendiri, para algojo sadis pun turut ikut menggunakan motor. Ada motor yang kala itu mengikuti Carudin. Namun, setelah sampai di hutan itu, para algojo sadis itu langsung beraksi.

Mereka menyerang korban menggunakan batu besar. Bagian kepala belakangnya pun menjadi sasaran. Korban pun tak berdaya hingga akhirnya tewas. Setelah melancarkan pembunuhan sadis di Indramayu, para eksekutor langsung menghubungi ibu korban. Mereka langsung meminta uang sesuai yang dijanjikan.

Ibu Bunuh Anak Kandungnya Dengan Pembunuh Bayaran

Kemudian, DRH, si otak pembunuhan memenuhi janjinya. Dia memberikan uang Rp 20 juta untuk para algojo yang menghabisi putranya. Kini, DRH pun sudah ditangkap polisi. Tak hanya itu, WRS dan WRD pelaku pembunuhan Carudin pun sudah diringkus. Sisanya, PJ, BJ, dan IG masih buron.

Carudin Punya 4 Istri, Menyukai Sesama Jenis

Kelakuan seorang pria di Indramayu bernama Carudin (32) benar-benar menguji kesabaran sang ibu, DRH (50).

Carudin yang sudah memiliki empat istri itu mengakui orientasi seksualnya yakni LGBT setelah sekian tahun dipendam.

Awalnya, istri ketiga Carudin mengadu pada mertua. Dia mengatakan Carudin menyukai sesama jenis alias LGBT. Oleh sebab itu, istri ketiga Carudin itu berniat untuk menceraikan dia. Saat itu DRH tidak langsung mempercayai pengakuan istri ketiga Carudin.

“Baru ketahuan beberapa tahun terakhir, istrinya yang ketiga bicara langsung ke saya,” kata DRH saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (27/9/2019).

Akhirnya, Carudin mengaku sebagai penyuka sesama jenis atau gay pada sang ibu, ketika ayahnya meninggal. Ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu. Padahal Carudin sudah memiliki empat istri dan dua anak.

“Mah, saya itu tidak bisa suka sama perempuan. Saya pengennya suka sama sesama jenis,” ucap DRH menirukan pengakuan korban.

Mendengar hal tersebut membuat DRH naik pitam. Dia tak setuju dengan orientasi seksual DRH. Sejak saat itulah, ulah Carudin semakin menjadi. Dia menguras harta sang ibu untuk memenuhi gaya hidup glamornya. Sawah yang harganya Rp 100 juta pun dijual Carudin.

Selain menjual sawah, Carudin juga kerap meminta uang kepada ibu. Dia juga menagih harta warisan tanah kepada DRH.

Bila keinginannya tidak terpenuhi, Carudin akan menyiksa DRH. Bahkan, ancaman membunuh juga dilontarkannya. Karena tak tahan, DRH sempat ingin melaporkan anaknya itu ke polisi. Dia sudah tak kuat lagi disiksa oleh anaknya sendiri.

Namun, niat tersebut dia urungkan karena tak tega melihat anak satu-satunya itu mendekam di penjara. DRH justru memilih untuk melenyapkan nyawa sang anak. Dia menyewa lima orang pembunuh bayaran. Mereka adalah WRSN (55), WRD (27), PJ (17), BJ (16), dan IG (30).

Facebook Comments

Leave a Reply