Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad Soal Tata Cara Mandi Junub Dengan Air atau Debu

Liputanindo.com Mandi Junub atau Mandi Wajib menjadi kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar. Hadas kecil dapat disucikan dengan berwudhu, sedangkan untuk hadas besar wajib dibersihkan dengan melakukan Mandi Wajib.

Mandi Junub menjadi hal yang wajib dilakukan jika terjadi beberapa hal seperti keluar air mani (mimpi basah bagi pria), berhubungan suami istri, bertemunya dua kemaluan meski tidak keluar air mani dan berhentinya darah haid dan nifas.

Jika sudah membersihkan diri dari hadas kecil maupun besar, maka seorang muslim sudah sah untuk melakukan ibadah.

Kemudian bagaimana tata cara Mandi Junub jika tidak ada air?

Terdapat beberapa alat yang bisa digunakan untuk membersihkan diri, yakni air dan debu. Karena itulah, Mandi Junub juga bisa dilakukan menggunakan debu.

Selain air, syarat Mandi Wajib (mandi karena Junub) dengan debu atau bertayammum boleh dilakukan. Begitu juga jika hendak berwudhu. Jika tidak ada air atau dalam keadaan sakit, umat muslim bisa menggunakan debu untuk mengganti wudhu.

Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasannya mengenai Mandi Junub memakai debu. Mandi Wajib boleh dilakukan dengan bertayammum atau dengan debu jika memang tidak ada air atau karena sakit.

Mandi Junub

“Jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang suci.” (QS. al-Maidah: 6)

Kemudian bagaimana tata caranya?

Ustaz Abdul Somad menjelaskan tata cara Mandi Wajib dengan debu dengan memukulkan telapak tangan dua kali ke tanah.

Berikut tata cara Mandi Wajib dengan memakai debu :

  • Pukul sekali (tanah), tepuk kemudian tiup dan usap ke wajah sekali
  • Pukul sekali lagi, tepukkan dan tiup.
  • Kemudian tepukkan ke tangan tiga kali.
  • Setelah itu usap tangan kanan, mulai dari bagian siku hingga telapak tangan.
  • Begitu juga dengan pergelangan tangan.

Berikut penjelasan lengkapnya :

Niat Mandi Junub, Berikut bacaan niat Mandi Junub secara umum, setelah haid dan setelah nifas :

  • Mandi Junub Secara Umum

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Artinya :

“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.”

  • Mandi Junub Setelah Haid

Bagi wanita yang selesai menstruasi atau datang bulan atau haid wajib untuk melakukan Mandi Junub.

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

  • Mandi Junub Setelah Nifas

Nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita karena melahirkan atau setelah melahirkan. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang melaksanakan salat, puasa, dan berhubungan dengan suaminya.

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala.”

Facebook Comments

Leave a Reply