Wasekjen MUI Menghina dan Mengatakan Suku Dayak Tak Pantas Masuk Surga

Liputan Indo Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan seluruh suku dayak yang tinggal di Kalimantan Barat, menolak dengan keras kehadiran Imam Besar FPI Muhammad Habib Rizieq Shihab dan juga Sekjen MUI Tengku Zulkarnaen datang ke Kalimantan Barat.

Gubernur Cornelis juga berpidato untuk mengajak warganya mengusir Imam Besar FPI Habib Rizieq dan juga Sekjen MUI Tengku Zulkarnaen, lantaran keduanya telah memberitakan hal buruk tentang suku Dayak yaitu suku asli dari Kalimantan Barat.

Pada saat Habib datang ke Kalimantan Barat semua suku dayak berkumpul di Bandara Supadio ,Kalimantan Barat .Untuk mengusir Habib Rizieq dan rombongan keluar dari Pontianak karena mereka semua tidak ingin Pontianak dimasuki oleh para ulama FPI yang sudah menebar kebencian terhadap umat non islam.

Semua suku dayak sangat membenci Tengku Zulakrnaen dan Habib Rizieq yang pernah menyakiti hati para suku dayak dan juga menebarkan kebencian kepada suku dayak.

Seperti yang pernah dikatakan Tengku Zulkarnaen pada pidatonya di Riau pada Oktober 2016 ,dia mengatakan bahwa suku dayak tidak layak masuk surga, karena orang kafir derajatnya lebih rendah dari binatang, begitu ujar Tengku Zulkarnaen yang menyakiti hati orang suku dayak.

Habib Rizieq juga begitu pada pidatonya pada anggota FPI yang sering dia lakukan, Habib Rizieq mengatakan bahwa semua orang yang tidak beragama islam atau non muslim adalah kafir dan tidak layak hidup di bumi ini, karena derajatnya sangat rendah .

Karena hal itulah Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang asli suku dayak langsung panas dan menghimbau semua warganya untuk mengusir Habib Rizieq dan Tengku Zulkarnaen bila mereka datang ke Kalimantan Barat. Karena mereka tidak akan membiarkan Habib Rizieq dan juga Tengku Zulkarnaen untuk mengijak tanah Kalimantan Barat.

Seruan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis sangat serius dan tidak akan membiarkan orang-orang yang menyebut mereka tidak layak masuk surga menginjak tanah Kalimantan Barat.

Semua warga juga setuju dengan perkataan dari Gubernur Kalimantan Barat, peristiwa ini benar-benar terjadi pada tanggal 8 April pada saat Habib akan menghadiri acara di Kalimantan Barat, Habib dan semua anggota FPI langsung di usir oleh suku dayak dan tidak akan membiarkan mereka berpidato dan menyebarkan kebencian terhadap warga non muslim.

Begitu juga Fahri Hamzah yang pernah mengajak para warga muslim untuk menjatuhkan Ahok dari jabatannya, Fahri Hamzah juga di usir oleh para warga Manado saat hendak ingin menghadiri acara di Kantor Gubernur Manado, Fahri Hamzah terpaksa harus di ungsikan melalui jalur khusus setelah keluar dari kantor Gubernur, Fahri langsung balik dan tidak menginap lagi di Manado.

Leave a Reply