Wali Kota Lhokseumawe Kaget Ada Wanita Jual Diri Lewat Prostitusi Online di Daerahnya

Liputanindo.com H Sudirman alias Haji Uma yang merupakan anggota DPD RI asal Aceh langsung menemui Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, usai mengetahui adanya transaksi prostitusi online di Lhokseumawe. Hal itu di buktikan, setelah dirinya menemukan dua wanita muda, satu di antaranya mengaku sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).

Haji Uma menyampaikan persoalan tersebut sehingga Pemko Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Suaidi Yahya segera mengambil tindakan. Sementara Wali Kota Lhokseumawe sempat tersentak dan tercengang mendengar kesaksian Haji Uma yang menemukan lokasi yang sering dijadikan tempat transaksi PSK.

Namun, Wali Kota Lhokseumawe menyatakan siap memberikan dukungan kepada Haji Uma dalam membrantas persoalan tersebut.

Anggota DPD Komite II itu bertemu dengan Suaidi Yahya saat menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Dayah Sirajul Muna Desa Blang Cruem Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Sabtu (2/3/2019).

Haji Uma Memberitahu Suaidi Yahya Adanya Prostitusi Online di Lhokseumawe
Haji Uma menceritakan kronologis awal dirinya melakukan pengintaian terhadap sebuah kafe yang diduga sebagai tempat transaksi PSK di kawasan Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

“Kita mendukung penuh upaya Haji Uma dalam memberantas maksiat,” ujar Wali Kota Lhokseumawe sebagaimana disampaikan Haji Uma.

Satu dari dua wanita muda yang diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Willayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe mengaku bahwa dirinya memasang tarif kepada pria yang memesannya melalui perantara atau muncikari.

Tak hanya itu, Suaidi juga menyatakan dirinya juga siap turun langsung merazia tempat-tempat yang diduga dijadikan lokasi transaksi PKS atau perbuatan maksiat lainnya yang berada di kawasan Lhokseumawe.

Haji Uma menyebutkan Pemko Lhokseumawe sudah seharusnya siaga terhadap prostitusi online pasca temuan tersebut. Apalagi Haji Uma sudah berhasil mengantongi nama-nama wanita dan muncikari yang diduga terlibat dalam prostitusi online.

“Kita berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama memberantas maksiat ini, supaya kembali tegak syariat Islam di Aceh, sekaligus menyelamatkan generasi,” kata Haji Uma.

Diberitakan sebelumnya, petugas Satpol PP dan WH Lhokseumawe mengamankan dua wanita tak berjilbab di sebuah kafe kawasan Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe pada Kamis (28/2/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Satu di antaranya mengaku PSK dengan tarif Rp 800 ribu. Kedua wanita itu berhasil diamankan petugas setelah Haji Uma mengintai di sebuah kafe yang dicurigai sebagai tempat transaksi.

Leave a Reply