oleh

Terungkap!!! Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Karena Sering Dimarahi Korban

Kriminal HS, tersangka pembunuh satu keluarga di Bekasi, ditahan pihak Polda Metro Jaya sejak Kamis (15/11/2018) malam. Dari pemeriksaan, HS mengakui telah membunuh Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita, serta kedua anak mereka, menggunakan sebuah linggis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sejauh ini HS menjadi tersangka tunggal, dan motif pembunuhan karena dendam.

“Sering dimarah-marahin,” kata Argo Yuwono kepada wartawan, seusai apel Tanggap Musim Penghujan Tahun 2018/2019 di Lapangan Promoter Dit Lantas Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Selanjutnya, Argo Yuwono meminta wartawan untuk bersabar, karena sore nanti akan ada konferensi lengkap soal peristiwa yang menyita perhatian masyarakat ini.

Mengenai linggis yang dipakai tersangka untuk membunuh Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita, polisi masih mencarinya.

Untuk menghilangkan jejak, linggis dibuang di kawasan Kalimalang. Karena hujan semalam yang membuat air keruh, petugas masih kesulitan menemukan barang bukti tersebut.

HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dia diduga melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga yang tinggal di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa 13 November 2018 dini hari.

Keempat orang tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anaknya. Keempat orang tersebut adalah Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), serta Arya Nainggolan (7).

Terkuaknya Pelaku HS

Terkuaknya Pelaku HS Sebagai Tersangka

Terkuaknya HS sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi ini berkat adanya laporan dari anak pemilik kos tempat HS menginap

Alif Baihaqi (28), anak pemilik rumah kos, mengatakan, terduga pelaku itu meninggalkan mobilnya usai melakukan pembayaran uang muka sebesar Rp 400.000 dari biaya kontrakan Rp 900.000. Lalu pegawai rumah kosnya meminta nama dan nomor ponsel terduga pelaku.

“Aturan kami biasanya pesan dulu, kalau sudah nempatin baru harus lunasi. Dalam catatan namanya HS itu, dan nomor telponnya juga ada. Dia titip mobil, malam balik lagi mau ambil barang,” kata Alif Baihaqi kepada Warta Kota, Kamis (15/11/2018).

Alif Baihaqi awalnya tidak mengetahui bahwa mobil yang ditipkan HS padanya sebagai calon pengontrak itu adalah mobil korban pembunuhan satu keluarga.

Mobil Korban yang di bawa tersangka

“Kami setelah telusuri kebenaran mobil ini dari teman satu pabriknya dan kontak polisi setempat, polisi datang olah TKP,” papar Alif Baihaqi.

Setelah jenis mobil dan nomor polisi mobil cocok, ia menghubungi polisi. “Setelah benar itu mobil milik korban, saya kasih nomor telepon itu ke pihak kepolisian langsung nelepon begitu,” kata Alif Baihaqi.

Namun, pihak kepolisian yang datang pada Rabu (14/11/2018) itu meminta dirinya memancing terduga pelaku agar datang ke rumah segera melunasi kekurangannya. Pihak kepolisian kala itu juga sempat menyamar dan diam-diam menunggu pelaku kembali ke rumah kos. Ada juga yang bersembunyi di dalam kamar yang dipesan HS.

“Ikuti arahan polisi, kami pancing terduga pelaku karena kami pegang nomor teleponnya. Kami telpon dan SMS agar segera melunasi kekurangannya. HS itu balas nantinya ditransfer via m-banking dan dia minta nomor rekening kami,” jelas Alif Baihaqi.

“Nah dari situ polisi langsung melacak keberadaan HS. Informasi ada di Bandung, lalu ketangkap di Garut atau Tasikmalaya infonya si begitu,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed