Ternyata Sudah Ada 11 Negara Yang Pernah Memindahkan Ibu Kotanya

Liputan Indo Akhir-akhir ini Indonesia tengah ramai merencanakan perpindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke kota lain. Namun sampai saat ini masih belum konkrit 100% tentang wacana perpindahan itu. Perpindahan ini di lakukan untuk meringankan beban sekaligus mengurangi padatnya lalu lintas di Jakarta.

Sejauh ini sudah ada survei beberapa kota yang akan menjadi kandidat sebagai ibu kota baru, salah satunya adalah Palangkaraya yang berada di Kalimantan Tengah.

Memindahkan ibu kota ternyata sudah banyak dilakukan beberapa negara di dunia dengan berbagai alasan.

Berikut ini tercatat 11 negara yang pernah memindahkan ibu kotanya dalam 100 tahun terakhir.

1. Brasil (Brasilia)

Kota yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 2016 lalu ternyata eks ibu kota dari Negara Brasil. Namun semakin padatnya kota tersebut kian membuat pemerintah Brazil berniat untuk memindahkan ibu kotanya.

Pada 21 April 1960, pemerintah Brasil meresmikan sebuah kota baru yang dinamakan Brasilia untuk menjadi pusat pemerintahan negeri itu, menggantikan Rio de Janeiro.

Kota Brasilia dirancang oleh Lucio Costa dan Oscar Niemeyer pada 1956. Sementara untuk Panorama kota ditangani arsitek Roberto Burle Marx.

Kini Brasilia menjadi tempat institusi pemerintah federal termasuk kongres, presiden, dan mahkamah agung. Kota ini juga menjadi tempat untuk 124 kantor kedutaan besar negara-negara sahabat Brasil.

Brasilia kini menjadi kota terpadat keempat di Brasil dan sudah ditetapkan menjadi situs warisan dunia UNESCO karena arsitekturnya yang unik.

2. Malaysia (Putrajaya)

Kuala Lumpur yang sebelumnya di kenal sebagai Ibu Kota Malaysia pernah merasakan hal yang serupa dengan Jakarta. Sebagai ibu kota, Kuala Lumpur menjadi pusat pertumbuhan Malaysia. Akibatnya, Kuala Lumpur penuh sesak sehingga menyebabkan kesemrawutan tata kota. Masalah kemacetan menjadi problem akut yang cukup menguras tenaga.

Sehingga medio 1999, pemerintah Malaysia berusaha mengurai kesemrawutan itu dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Malaysia mengubah Putrajaya jadi lebih layak menjadi pusat pemerintahan. Mulai infrastuktur jalan hingga pembangunan gedung-gedung baru dilakukan. Semua kantor pemerintahan dipindahkan.

Hasilnya pada 2013, kata Menteri Keuangan II Malaysia Ahmad Husni Handzalah, pertumbuhan ekonomi Malaysia berkembang signifikan. Banyak efesiensi dan efektivitas yang tercapai dengan langkah pemindahan pusat pemerintahan tersebut. Termasuk di dalamnya peningkatan produktivitas kerja para aparatur negara.

3. Australia (Canberra)

Perpindahan ibu kota Australia dari Melbourne ke Canberra berawal dari masalah yang sama seperti Indonesia. Kepadatan penduduk di Melbourne terjadi sangat cepat, sehingga pemerintah membuat sayembara internasional untuk menentukan ibu kota baru.

Dengan persyaratan, ibu kota yang baru itu harus memiliki wilayah yang luas dan memiliki taman kota yang besar. Maka pada 1927, ibu kota Australia berpindah ke Canberra. Namun tak semerta-merta meninggalkan ibu kota lama. Melbourne tetap menjadi pusat bisnis dan perekenomian.

Melbourne Pun akhirnya mendapat predikat “The World’s Most Liveable Cities” (kota paling nyaman untuk ditinggali) ini masih menjadi pusat olahraga, serta transportasi Australia.

4. Jepang (Tokyo)

Membiacarakan perpindahan ibu kota di Jepang dari Kyoto ke Tokyo perlu diketahui bahwa menurut sejarah panjang Negeri Sakura itu. Namun alasan perpindahan nyaris sama seperti Indonesia, yaitu over load population dan juga alasan pemerataan ekonomi.

Tokyo yang kini menyandang predikat 3 kota terbesar dan berpengaruh di dunia ini, mulanya hanya sebuah desa terpencil bernama Edo. Pada tahun 1457, Ota Dōkan membangun Istana Edo abad ke-18, Edo menjadi kota terbesar di Jepang setelah menjadi pusat administrasi tentara.

Edo secara de facto dipilih sebagai ibu kota Jepang seiring dengan dibangunnya Kota Tokyo. Perkembangan ekonomi Tokyo menggeliat cepat sehingga menjadikannya sebagai pusat bisnis dan budaya.

Sementara Kyoto kini menjadi ibu kota kerajaan. Keluarga besar kaisar Jepang sepenuhnya tetap berada di Kyoto

5. Pantai Gading (Yamoussoukro)

Pada tahun 1983, Yamossoukro ditetapkan menjadi ibu kota baru Pantai Gading menggantikan Abidjan.

Pemindahan ini dilakukan di masa pemerintahan Presiden Felix Houphouet-Boigny yang ingin mendongkrak pembangunan di wilayah tengah negeri itu.

Yamossoukro menjadi ibu kota keempat Pantai Gading dalam satu abad terakhir setelah Grand-Bassam (1893), Bingerville (1900), dan Abidjan (1933).

Namun, sebagian besar kegiatan perekonomian, instansi pemeritahan, dan kantor-kantor kedutaan asing masih bertahan di Abidjan.

6. Myanmar (Naypyidaw)

Kota yang terletak 320 kilometer sebelah utara Yangoon ini resmi menjadi ibu kota administratif Myanmar pada 6 November 2005, yang saat itu masih menjadi sebuah lokasi baru yang belum memiliki nama resmi.

Nama Naypyidaw secara resmi diumumkan pada 27 Maret 2006, tepat di hari ulang tahun angkatan bersenjata Myanmar.

Sejak pengumuman itulah, pemerintah Myanmar secara resmi memindahkan ibu kotanya ke Naypyidaw meski pembangunan kota itu baru benar-benar selesai pada 2012.

Sejauh ini tak diketahui alasan pasti pemindahan ibu kota Myanmar tersebut. Harian The Guardian menyebut kota ini sebagai proyek mercu suar pemimpin junta militer Than Shwe.

Yang jelas, letak Naypyidaw relatif berada di tengah-tengah Myanmar sehingga mudah menjangkau wilayah lain seperti negara bagian Shan, Kayah, dan Kayin.

Diyakini jika pemerintah militer berposisi di tempat itu maka akan dengan mudah menangani pemberontakan di ketiga negara bagian itu.

Namun, pernyataan resmi soal pemindahan ini disebabkan Yangoon, ibu kota lama, sudah terlalu padat dan terlalu sempit untuk ekspansi di masa datang.

7. Pakistan (Islamabad)

Pada tahun 1959, pemerintah Pakistan memutuskan untuk memindahkan ibu kotanya dari Karachi di wilayah selatan ke Islamabad di sisi utara negeri itu.

Islamabad sendiri baru mulai dibangun pada 1961. Sesuai master plan, kota ini terbagi atas delapan zona yaitu administrasi, diplomatik, permukiman, pendidikan, industri, perdagangan, serta daerah pedesaan dan ruang terbuka hijau.

Kota ini kini terkenal dengan sejumlah taman dan hutan kota yang indah termasuk Taman Nasional Margala Hills dan Taman Shakarparian.

Islamabad sudah masuk katagori kota globaldan memiliki indeks pengembangan manusia tertinggi di Pakistan.

Kota ini juga menjadi kota paling mahal di Pakistan dengan penduduk sebagaian besar adalah warga menengah dan atas.

Islamabad juga kota teraman di Pakistan dengan sistem pengawasan yang mengandalkan 1.900 kamera CCTV di berbagai penjuru kota.

8. Nigeria (Abuja)

Pada 1980-an, pemerintah Nigeria membangun kota Abuja yang dirancang untuk menggantikan Lagos sebagai ibu kota Nigeria.

Panorama kota Abuja mudah dikenali dengan adanya Aso Rock, sebuah gunung batu setinggi 400 meter.

Hampir semua instansi pemerintah seperti kompleks kepresidenan, gedung parlemen, mahkamah agung, serta sebagian besar kota berada di sisi selatan gunung batu itu.

Menurut catatan PBB, sejak resmi menjadi ibu kota Nigeria Abuja tumbuh berkembang 139% antara 2000 hingga 2010, menjadikannya kota dengan perkembangan yang paling pesat di dunia.

Sebagai sebuah kota baru, Abuja juga dibanjiri arus urbanisasi yang mendongkrak jumlah penduduknya.

Pada 2006, penduduk kota ini hanya tercatat sebanyak 776.298. Hanya dalam waktu 10 tahun, penduduk kota ini sudah membengkak hingga 6 juta jiwa.

Abuja resmi menjadi ibu kota Nigeria menggantikan Lagos pada 12 Desember 1991.

9. Belize (Belmopan)

Belmopan yang berpenduduk hanya 16.45i jiwa (2010) merupakan ibu kota dengan penduduk paling sedikit di Amerika Utara.

Namun, di Belize, Belmopan adalah kota terpadat setelah Belize City dan San Ignacio.

Berdiri pada 1970, Belmopan adalah salah satu ibu kota paling muda di dunia. Sejak 2000, Belmopan adalah permukiman kedua di Belize yang mendapatkan status kota selain Belize City.

Belmopan berada di ketinggian 75 meter dari permukaan laut dan berjarak 80 kilometer ke pedalaman dari ibu kota lama Belize City.

Kota ini dipilih menjadi ibu kota baru setelah Belize City hancur akibat diterjang badai Hattie pada 1961.

Posisi Belize City yang dianggap terlalu rawan bencana menjadi alasan utama pemindahan ibu kota sedikit lebih jauh ke pedalaman.

10. Kazakhstan (Astana)

Sejak masih berada di bawah kendali Uni Soviet hingga merdeka pada 1992, Almaty selalu menjadi ibu kota Kazakhstan.

Namun, pada 1997 pemerintah Kazakhstan itu memindahkan ibu kota ke Astana, sebuah kota modern baru di sebelah utara Almaty.

Alasan pemindahan itu karena Almaty dianggap terlalu sempit, rawan gempa, serta berlokasi terlalu dekat dengan perbatasan negara lain.

Seperti Brasilia, Astana dibangun dari nol meski sejak 1830 keberadaan kota ini sudah ada sebagai lokasi benteng pasukan Kosak dengan nama Akmoly.

Pada 1832, permukiman militer itu kemudian mendapatkan status kota dan berganti nama menjadi Akmolinks.

Pada 20 Maret 1961, kota itu kembali berganti nama menjadi Tselinograd. Nama ini kembali berganti pada 1992 menjadi Akmola yang kemudian menjadi ibu kota Kazakhstan pada 10 Desember 1997.

Selanjutnya pada 6 Mei 1998, Akmola diubah menjadi Astana seiring dengan pembangunan jaringan kota modern yang dilakukan pemerintah Kazakhstan.

11. Tanzania (Dodoma)

Pada 1973, pemerintah Tanzania mulai memindahkan ibu kotanya dari kota pesisir Dar es Salaam ke Dodoma yang berada di pedalaman.

Namun hingga beberapa dekade setelahnya, pemindahan ibu kota ini belum kunjung berakhir.

Sebab, gedung dewan nasional sudah berada di Dodoma, sementara sebagian besar kementerian dan kedutaan besar masih bertahan di kota Dar es Salaam.

Saat pemerintah Tanzania memutuskan ingin membangun ibu kota baru, maka arsites asal AS James Rossant mendapatkan tugas tersebut.

Dengan disponsori AS, James Rossant mengembangkan rencana utama ibu kota baru Tanzania pada tahun 1986.

Di bawah arahan presiden pertama Tanzania, Julius Nyerere, diharapkan Dodoma bisa menggantikan Dar es Salaam yang di masa lalu dikenal sebagai pasar budak.

Kota itu dirancang seluas 1.000 hektare, sayangnya berbagai rencana pembangunan tak membuahkan hasil dan pemindahan ibu kota ke Dodoma macet hingga kini.

Leave a Reply