Ternyata!!! Pengamanan Aksi Bela Islam 411, 212, 112, 313, dan 55 Menelan Ratusan Miliar Rupiah

Liputan Indo Ternyata aksi massa besar-besaran yang terjadi di DKI Jakarta menjelang dan selama Pilgub DKI 2017 menelan dana cukup besar, hanya untuk mengamankan setiap aksi massa tersebut. Berapa besar dana yang di keluarkan oleh Polda Metro Jaya?

“Cukup besar. kami belum tahu persis berapa total dana yang sudah dikeluarkan hanya untuk pengamanan aksi massa tersebut, ya kalau dihitung-hitung bisa mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada Liputanindo.com, Jumat malam (12/5/2017).

Argo menyebutkan, dana tersebut bersumber dari DIPA Polda Metro Jaya yang sudah dianggarkan setiap tahunnya. “Iya itu dananya dari dana dukungan operasional dari DIPA,” imbuh Argo.

Dana yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya itu di antaranya untuk uang makan personel hingga bensin dalam mendukung kendaraan dan lain-lain. Untuk setiap kesempatan aksi besar-besaran itu, Polda Metro Jaya bisa mengerahkan ribuan personelnya.

Seperti contoh, aksi massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) berjilid yang menuntut hukuman atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) digelar dalam beberapa kali kesempatan sejak November 2016 hingga awal Mei 2017 lalu. Mulai dari aksi Bela Islam 411, 212, 112, 313, hingga terakhir aksi 55.

Semakin besar jumlah peserta aksi, maka semakin besar juga dana yang harus dikeluarkan oleh polisi.

 

Ternyata!!! Pengamanan Aksi Bela Islam 411, 212, 112, 313, dan 55 Menelan Ratusan Miliar Rupiah

“Misalnya, satu orang anggota katakanlah uang makannya pagi dan siang, kalau aksinya dari pagi sampai siang, itu hanya sekali makan untuk 1 anggota sebesar Rp 35 ribu dikali 2 kali kan sudah Rp 70 ribu, lalu dikali total anggota misal 3 ribu anggota yang di turunkan, sudah berapa dana itu? Belum lagi bensin, kendaraan untuk angkut anggota, rantis kan perlu bensin. Itu semua kan butuh biaya,” paparnya.

Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya sendiri mencatat hampir setiap hari ada aksi massa di DKI Jakarta. Mulai dari aksi dengan simpatik hingga aksi yang mengerahkan massa dalam jumlah besar yang pasti perlu pengamanan ekstra ketat.

Unjuk rasa adalah hak setiap warga negara yang diatur dalam UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun ada sekelompok massa yang tidak menaati peraturan perundangan yang berlaku, sehingga terjadi perbuatan anarkis.

“Kalau aksinya anarkis lebih besar lagi dana yang harus dikeluarkan. Kalau misalnya sampai merusak kendaraan petugas, otomatis kan perlu pengadaan kendaraan baru lagi,” sambungnya.

Tidak hanya menelan dana yang cukup besar, Polda Metro Jaya juga terkuras energinya untuk mengamankan aksi-aksi besar-besaran tersebut. Bayangkan saja, polisi harus berjaga setidaknya dari hari H-1 sebelum aksi apabila aksi tersebut berpotensi rusuh.

Leave a Reply