Ternyata DP 0% Hanya Untuk Pendapatan Rp 7 Juta-Rp 10 Juta Per Bulan, Ini Alasannya

Liputan Indo Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan bahwa program rumah DP 0 rupiah yang dia gagas bersama gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan tetap berjalan hanya saja gagasan ini untuk masyarakat yang berpenghasilan antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta/bulan.

Sandiaga menyampaikan pernyataan ini saat ditanya soal solusi bagi warga yang direlokasi ke rumah susun sewa (rusunawa) dan ingin agar unit rusunnya itu berubah menjadi hak milik. Ia ditanya apakah warga dapat memiliki unit rusun melalui program DP 0% rupiah.

“Itu yang mereka harus dipastikan mereka bisa sanggup mencicil. Karena DP 0% rupiah kategorinya untuk pendapatan sekitar Rp 7 juta-Rp 10 juta per bulan. Kalau di bawah itu enggak cocok untuk pola rumah dengan DP 0% rupiah,” kata Sandiaga ditemui di posko pemenangannya di Melawai, Jakarta Selatan.

Menurut Sandiaga, konsep rusunawa berbeda dengan DP rumah 0% rupiah. Ia juga menyampaikan, bagi mereka yang berpenghasikan di bawah Rp 7 juta, sedang disiapkan skema kepemilikan rumah lain yang memungkinkan.

Menurut dia, rumah bagi masyarakat dengan penghasilan rendah ini masuk dalam program kerjanya.

“Justru ada skema lain yang nanti di pokja (Kelompok Kerja) perumahan, yang kemarin masuk di 23 rencana kerja kami,” ujarnya.

Selain itu, Sandiaga mengatakan, saat ini pokja (Kelompok Kerja) tim pemerintahannya masih mengkaji cara agar rusunawa bisa dimiliki oleh penghuninya.

Jika memungkinkan, kata dia, tak menutup kemungkinan rusunawa bisa berubah jadi hak milik.

“Kita sekarang lagi menghitung dari segi kebijakannya apakah kebijakan tersebut pas untuk membantu warga. Itu yang harus dihitung dengan baik. Jadi di harapkan masyarakat yang berpenghasilan rendah bersabar untuk mendapatkan DP 0% rupiah” kata Sandi.

Leave a Reply