Taufik Gani yang Ngaku Paling Kaya Didunia Ditangkap Polisi Dalam Kasus Pencurian Toko Iphone di Medan

Liputanindo.com Taufik R Gani yang berasal dari Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting Kota Manado, Sulawesi Utara, beberapa tahun belakangan ini, dirinya selalu menghebohkan media sosial. Sosoknya jadi viral karena tindakannya yang terlalu memamerkan hubungan sesama jenisnya di media sosial. Hal itu membuat Taufik R Gani menjadi residivis kasus pornografi Oktober tahun 2016 di Manado.

Pada tahun 2017, dia kembali jadi sorotan karena menghina Presiden Joko Widodo di media sosialnya. Dia pun harus berurusan dengan polisi pada tahun 2017 dan Agustus 2018 atas tindakan yang telah melecehkan Presiden RI.

Kini dia kembali terlibat kasus baru yakni pencurian, pria 23 tahun tersebut sekarang jadi tersangka dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) 27 unit ponsel Iphone S seri terbaru. Dia ditangkap timsus Jatanras Polda Sulut dan Buser Polrestabes Medan Sumatera Utara (Sumut), atas kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

“Tersangka kami amankan di rumahnya di Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting sekitar pukul 04.00 Wita pagi pekan lalu,” tutur AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH Katimsus Jantanras Polda Sulut, di Mapolda Sulut Senin (18/02/2019).

Taufik R Gani ditangkap karena melakukan tindak pidana curat 27 Iphone S seri terbaru dan empat buah notebook di jalan Ahmad Yani nomor 80 Medan Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta. “Barang curiannya Handphone Iphone S seri terbaru harganya Rp 25 juta per satu unit,” tambahnya.

Dijelaskannya tersangka diamankan gabungan Buser Polrestabes Medan dan Timsus Jatanras Polda Sulut berdasarkan surat perintah penangkapan yang nomor SP.Kap/117/II/RES.1.8/2019/Reskrim yang dikeluarkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puti Yudha Prawira SIK MH.

Barang hasil curian itu, dijual kepada para penadah yang berada di wilayah Malang Jawa Timur‎ senilai rp 150 juta. Buser Polrestabes Medan, bersama tersangka ke Malang mengambil barang bukti 27 handphone dan notebook yang hanya tersisa 2 unit.

“‎Dari hasil penyelidikan, tersangka punya keinginan ketika punya uang banyak ditukar ke money changer bukan untuk ditabung, ditukar dalam pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook, dan dipakai berfoya-foya ke Bali dan Jakarta bersama pasangan homonya,” tandasnya

Polisi juga sempat mengamankan pasangan homo tersangka, namun karena tidak ada kaitannya sudah dilepas.‎ Kini pelaku telah dibawa dari Manado ke Medan untuk menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan.

Leave a Reply