oleh

Tak Turuti Permintaan, Anggota DPRD Bantaeng Ngamuk dan Tampar Kasir Tempat Karoake D’Club

Liputan Indo Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Bantaeng, Darwis Tehnik yang merupakan anggota DPRD Bantaeng diduga mengamuk hingga melakukan kekerasan di tempat karoake D’Club yang berada di Jalan Seruni, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Jumat (5/10/2018) lalu.

Kasir tempat karoake tersebut bernama Illank. Dia disebut-sebut ditampar karena enggan memenuhi permintaan Darwis yang meminta untuk dibukakan room karaoke bersama empat rekannya.

Satu di antara rekan Darwis disebut merupakan seorang anggota polisi Polres Bantaeng. Illank tidak lagi melayani buka room karena beralasan jam operasi sudah selesai.

Namun hal tersebut langsung ditanggapi dengan pemukulan yang disebut dilakukan oleh Darwis Tehnik.

Darwis dan rekan-rekannya diketahui telah karaoke selama dua jam di tempat karoake D’Gonny yang letaknya tepat bersebelahan dengan D’Club.

Saat waktu bernyanyi dua jam di D’Gonny telah habis, Darwis meminta menambah waktu tapi tak dituruti lagi oleh pengelola. Darwis kemudian pindah dari D’Gonny ke D’Club tetapi malah tak dibukakan room oleh kasir.

Tindakannya tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang karyawan tempat karoake D’Club yang enggan disebutkan namanya. “Betul itu pemukulan oknum anggota dewan kepada kasir, kak,” katanya.

Mengklarifikasi hal tersebut, Darwis angkat bicara soal tudingan dirinya mengamuk pada tempat karoake D’Club. Dia menyebut bahwa pada insiden tersebut bukan dirinya yang menampar kasir. Darwis mengaku bahwa ia malah yang dikeroyok di tempat karoake tersebut.

“Jadi saya perlu luruskan, bahwa bukan saya yang menampar tapi saya yang dikeroyok,” ujarnya, Minggu (7/10/2018).

Ketua Komisi B DPRD itu menceritakan kronologisnya, bahwa dia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 10.20 Wita karena dipanggil oleh temannya untuk karaoke.

Karena dia tahu bahwa D’Gonny itu tutup pukul 24.00 Wita, maka memutuskan melanjutkan karaokenya di D’Club yang lokasinya tepat bersebelahan.

“Saya tau bahwa di D’Gonny itu sudah tutup kalau jam 12 malam. Saya pindah kesebelah di D’Club karena dia memang biasa nanti jam 02.00 Wita (dini hari) baru tutup,” tambahnya.

Sesampainya di D’Club dia langsung menanyai kasir, sekira pukul 00.15 Wita, apa masih ada yang kosong atau sudah penuh. Dijawablah sudah full oleh kasir.

Namun Darwis malah mendapati bahwa masih ada room yang kosong pada lantai atas. Darwis mengetahui bahwa masih ada room yang kosong dari informasi rekannya.

“Makanya kasih tahu kasirnya, bilang ‘weh kau liat-liat juga orang. Kamu kira saya minta gratis di sini’,” jelasnya.

Karena itulah datang seorang pria bernama Bos Ceper, terjadilah adu mulut dengan Darwis. Termasuk saat berada pada tangga menuju lantai dua, Bos Ceper ini mengeluarkan kalimat menantang Darwis untuk berkelahi.

“Datang itu Ceper tabrak saya waktu bicara sama Illank, dia bilang apa ke saya. Jadi saya bilang lagi ‘we liat-liat ko juga orang, tapi terus menantang, jadi saya ikuti,” tuturnya.

Saat membuntuti Ceper ke lantai dua itulah pihaknya mengaku dikeroyok oleh tiga orang. Darwis menjelaskan bahwa saat itu kondisi cahaya lagi remang-remang, sehingga dia tidak tahu betul siapa saja yang datang memukulnya.

“Jadi bukan saya yang mengamuk, tapi saya yang dikeroyok. Ini di bagian dada dan perut saya masih memar,” tutupnya.

Sementara itu Paur Humas Polres Bantaeng, Bripka Sandri saat dikonfirmasi soal kejadian itu mengaku sementara melakukan kroscek. “Saya lagi kroscek,” ujarnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed