Tak Kuat Dengan kecantikan Anaknya, Seorang Ayah Kandungnya Tega Memperkosa Anak Hingga Hamil

Liputanindo.com Seorang ayah kandung, Arianto (47) warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto tega menggauli anak kandungnya selama tiga tahun, hingga korban melahirkan dua anak kembar yang kini berusia 2 bulan.

Arianto sudah melakukan perbuatan bejatnya sejak tahun 2015 hingga 2018. Namun baru berhasil di tangkap, setelah berbulan-bulan bersembunyi di sejumlah tempat. “Tersangka memperkosa anak kandungnya,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Rabu (13/3/2019).

Selama kurun waktu 2015 hingga 2018, perbuatan bejat Arianto yang tega memperkosa anak gadisnya tak pernah diketahui siapapun, bahkan oleh sang istri.

Setyo mengungkapkan, kasus pemerkosaan ini sudah mencuat sejak tahun 2018. Namun tersangka Arianto lebih dulu melarikan diri dari kejaran polisi. Kasus ini mencuat lantaran gadis 22 tahun ini ketahuan tengah hamil saat hendak menikahi seorang pria.

“Tersangka melarikan diri ke sejumlah tempat di Kalimantan. Tersangka berhasil dibekuk di Desa Sarigadung Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu 10 Maret 2019,” ungkapnya.

Sementara itu, Arianto mengaku melancarkan aksinya di rumah saat malam hari. Dia mengendap-endap masuk kamar anaknya. Letak kamar anaknya berdampingan dengan kamar yang ditempati Arianto beserta istrinya.

“Saya bungkam mulutnya menggunakan tangan, agar tak berteriak. Sebab Istri ada di kamar sebelah. Istri tak pernah tahu,” ujar Arianto.

Arianto mengaku tega memperkosa lantaran tak tahan melihat paras cantik buah hatinya. Saat hamil tua, Arianto menitipkan korban ke panti asuhan di Kecamatan Pacet. “Saya tulang punggungnya. Nanti saya jaga,” pungkasnya.

Hasil perbuatan bejat Arianto mengakibatkan anak gadisnya yang kini berusia 22 tahun melahirkan 2 anak kembar. Dua anak kembar tersebut kini telah berusia 2 bulan.

Akibat perbuatannya, kini Arianto mempertanggungjawabkan perbuatan nya mendekam di penjara Polres Mojokerto. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 8 huruf a UU RI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Facebook Comments

Leave a Reply