Setelah Jadi Tahanan KPK, Setya Novanto Minta Perlindungan Hukum dari Kapolri Hingga Jokowi

Liputan Indo Tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto resmi dijebloskan ke rumah tahanan negara Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Ketua DPR itu ditahan selama 20 hari ke depan sejak 17 November sampai 6 Desember, setelah kesehatannya dinilai membaik usai menjalani perawatan di RSCM Kencana, Jakarta Pusat.

Ketua DPR, Setya Novanto mengaku tak menyangka dirinya bakal ditahan usai menjalani perawatan di RSCM. Dia dirawat di RSCM setelah dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam.

“Dan saya tadi juga tidak menyangka bahwa malam ini saya pikir masih diberi kesempatan untuk ‘recovery’,” kata Setnov, seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Senin (20/11) dini hari.

Setya Novanto pun keluar dari gedung KPK tidak lagi menggunakan kursi roda seperti saat tiba di gedung KPK. Dia berjalan dari lokasi pemeriksaan di lantai 2 meski tampak lemah dan masih mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Setya Novanto Masuk Gedung KPK Dengan Kursi Roda, dan Keluar dengan Jalan Kaki
Setya Novanto Masuk Gedung KPK Dengan Kursi Roda, dan Keluar dengan Jalan Kaki

Meski menerima penahanan, dia mengaku akan tetap melakukan perlawanan terhadap proses hukum yang menjeratnya. Perlawanan itu dengan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) di Kepolisian dan mengajukan surat perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung, dan saya sudah pernah praperadilan,” kata Setnov.

Namun surat itu sama sekali tak direspon Presiden Jokowi. Bahkan Jokowi meminta agar Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjalani proses hukum yang berlaku.

“Saya kan sudah menyampaikan pada Pak Setya Novanto untuk mengikuti proses hukum yang ada! Sudah,” kata Jokowi usai menghadiri Pembukaan Simposium Nasional 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (20/11).

Hal senada dikatakan Tito Karnavian. Tito menegaskan bentuk dukungannya untuk lembaga antirasuah.

“Kapolri akan mendukung langkah-langkah KPK titik,” tegas Tito di gedung BEI, Jakarta, Senin (20/11).

Tito memastikan institusi yang dipimpinnya tidak akan melenceng dari aturan hukum. Dukungan penuh akan diberikan untuk proses penegakan hukum yang dilakukan KPK.

“Saya sepenuhnya dukung mekanisme KPK, kita ikutin proses hukum yang ada pada KPK,” ucapnya.

Leave a Reply