Seorang Remaja Sumenep Dilaporkan ke Polisi Usai Gagahi Kekasihnya yang Masih ABG

Liputanindo.com Seorang remaja bernama Herosi (19) yang merupakan warga Guluk-guluk Sumenep diduga telah mencabuli kekasihnya, EA (16) warga Kalianget pada hari Kamis, 28 Maret 2019 lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Beberapa hari kemudian Herosi diamankan dan ditangkap polisi atas tuduhan melakukan pencabulan terhadap kekasihnya. Setelah melakukan introgasi, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyatakan TKP di dalam kamar rumah tersangka.

Kasus pencabulan berawal Rabu 27 Maret 2019 pukul 20.00 WIB lalu, saat Herosi bermain ke rumah EA.

“Setelah itu tersangka berpamitan mengajak korban untuk jalan-jalan ke Taman Bunga (TB) Sumenep. Ibu dan kakak perempuan EA mengizinkan keduanya berangkat,” paparnya.

Siapa sangka, aksi jalan-jalan ke Taman itu diteruskan hingga larut malam.

“Kedua anak itu sampai bermalam di TB dan selanjutnya pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 sekira jam 05.00 WIB, tersangka mengajak EA ke rumahnya di Kecamatan Guluk-guluk,” kata Widiarti.

Rumah Herosi dalam kondisi kosong ditinggal orang tuanya.

“Setelah sampai di kamar itu korban tertidur karena mengantuk akibat semalaman di Taman Bunga. Sekira pukul 10.00 WIB korban terbangun dan melihat tersangka ada di samping badannya,” kata Widiarti.

Dalam kesempatan itulah, tersangka melancarkan nafsu libidonya, mengajak EA melakukan hubungan suami istri.

Setelah melakukan hubungan sebadan itu katanya, tersangka mengajak korban ke rumah temannya bernama Adi, asal Kecamatan Guluk-guluk. Korban pun dititipkan di sana, kemudian kabur Sabtunya (30 Maret 2019).

“Korban kemudian kembali ke Taman Bunga dan menelpon keluarga untuk dijemput. Setelah itu keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres sumenep,” ucapnya.

Widiarti menyampaikan, keluarganya melaporkan pada 1 April 2019 lalu, dan Laporan Polisi Nomor : LP/39/lV/2019/JATIM/RES SMP.

Sejumlah barang bukti seperti baju lengan panjang polos warna hitam, celana jeans warna putih, jaket dari levis warna biru dongker, BH warna hijau muda, celana dalam warna putih diminta petugas.

“Tersangka dikenakan pasal 81 dan 82 UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” tegasnya.

Facebook Comments

Leave a Reply