Seorang Pria di Bawa ke Polres Mamuju Hanya Karena Status “Martabak Telor” di Facebook

Liputan Indo Seorang pria berinisial H (32) terpaksa harus berurusan dengan Polres Mamuju hanya karena masalah sepele yang di tuliskannya di akun facebook pribadinya. Masalahnya adalah dia membuat status yang menakutkan yang sempat meresah masyarakat setempak karena tulisan status di Facebook terkait Martha yang di maksud ‘Martabak Telor’.

Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rifai membenarkan pihaknya telah memeriksa H. “Dia membuat resah masyarakat karena tulisannya di media sosial,” kata Rifai.

Status tersebut diunggah oleh H pada Sabtu 15 Juli 2017. Dalam status itu, H menuliskan informasi dengan mengatasnamakan Polres Mamuju.

Berikut ini status yang di buat H :

MAMUJU siaga 1

Info

Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas.

TRAGISS

Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor.

#slamat ya
Wkkkwkkk…
*Hanya hiburan *

“Bukan hanya membawa nama Polres Mamuju, tapi ada juga penggunaan gambar tempat kejadian yang digaris polisi dan gadis disekap. Sebagian orang yang tidak membaca tuntas lalu melaporkan ke kami dan kami juga kaget dengan informasi adanya mutilasi itu,” kata Rifai.

Selidik punya selidik, rupanya informasi itu hanya dibuat seorang karyawan harian lepas di Mamuju. Kepolisian lalu menjemput H sore harinya untuk mengetahui motif dia menulis status tersebut.

“Setelah kita minta keterangan, tidak ada niat aneh-aneh dari H, dia hanya bercanda,” jelas Rifai.

Polisi lalu melepas H keesokan harinya setelah menulis surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Ini menjadi pelajaran berharga, di zaman media sosial ini, di dalam kamar mandi atau tidak perlu ke luar kamar pun sudah bisa membuat orang resah, tanpa teriak-teriak,” kata Rifai.

Dia menambahkan, sebagai pengguna media sosial haruslah bijaksana dalam memanfaatkan media sosial yang bermanfaat untuk banyak orang.

Pantauan di laman Facebook-nya, H telah meminta maaf atas canda yang membawa resah masyarakat tersebut.

“Ass…. Untuk jajaran polres mamuju & semua masyarakat mamuju saya & keluarga besar memohon maaf yg sebesar2anya atas kecerobohan & kelalaian saya menulis/mengedit status yg mungkin meresahkan warga mamuju…
Dan untuk semua teman2 yg ada dimedsos jangan sampai melakukakan hal2 yg saya posting tersebut (berita hoax tanggal 15 juli 2017 ) apalg mengatas namakan instansi kepolisian walaupun hanya sebatas candaan…….. Tq

Tolong dibagikan….” tulis H, Selasa (18/7/2017).

 

Leave a Reply