Rossi Salahkan Aspal Saat Gagal Laju Kencang

Liputan Indo – Valentino Rossi menjadi salah satu pembalap yang kewalahan saat menjalani latihan bebas pertama dan kedua MotoGP Catalunya 2017. Banyak faktor yang ikut mempengaruhi kegagalan pembalap Movistar Yamaha melaju kencang, salah satunya adalah aspal.

Pada latihan bebas pertama MotoGP Catalunya, Jumat (9/6/2017), Rossi hanya mampi menempati posisi ke-17. Catatan waktunya terpaut 2,988 detik dari Marc Marquez, pembalap Repsol Honda yang menempati posisi teratas.

Pada latihan bebas kedua, catatan waktunya sedikit membaik. Peningkatan itu membantu The Doctor naik ke posisi kesembilan. Kini jarak dengan Marquez yang kembali menjadi pembalap tercepat hanya terpaut 0,640 detik.

“Bagi saya, aspal di lintasan ini adalah salah satu yang terburuk, apalagi jika suhunya meningkat, sangat sulit. Saya ingin datang ke sini untuk balapan, ini adalah salah satu trek favorit saya, tapi saya pikir mereka harus memberi lintasan aspal baru,” kata Rossi, dilansir Crash.

Faktor lain yang ikut mempengaruhi catatan buruk pada dua sesi pertama latihan bebas MotoGP Catalunya adalah akibat keputusan Yamaha absen dari tes pribadi yang dilakukan pada Mei 2017. Akibatnya, tak hanya Rossi yang punya catatan waktu buruk, tapi juga Maverick Vinales.

Ia hanya mengamankan urutan keenam pada latihan bebas pertama dan posisi ke-16 latihan bebas kedua. Untungnya, baik Rossi maupun Vinales masih memiliki kesempatan untuk mencocokan setting-an motor dengan layout baru Sirkuit Barcelona-Catalunya.

“Bagi kami itu adalah masalah, karena kami tidak datang ke sini dalam tes. Itu berarti kami membutuhkan semua menit sesi latihan karena kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Bagaimana pun kecepatan saya dengan ban balapan di awal sesi tak begitu buruk,” ujar Rossi.

“Ada banyak pembalap dengan kecepatan bagus, saya pikir mereka adalah Marquez, (Jorge) Lorenzo, (Andrea) Dovizioso memiliki kecepatan lebih baik. Tapi kami harus berjuang untuk berada di antara mereka,” ia menambahkan.

Leave a Reply