oleh

Presiden Jokowi Akui Sandiaga Pengusaha Sukses, Namun Membangun Negara Bukan Seperti Bangun Perusahaan

LiputanIndo.com CAWAPRES Sandiaga Uno diketahui memiliki kemampuan berbisnis dan membangun perusahaan yang luar biasa. Saking suksesnya membangun bisnis, pada tahun 2009 Sandiaga Uno tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia urutan ke-29 menurut majalah Forbes.

Sandiaga Uno yang menempuh jenjang pendidikan hingga strata dua di Amerika Serikat ini menempati posisi sebagai direksi di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia.

Berikut ini kelima bisnis yang dimiliki Sandiaga Uno (Cawapres 2019) :

1. PT Saratoga Investama Sedaya TBK

PT Saratoga Investama Sedaya TBK didirikan Sandiaga Uno pada tahun 1998. Salah satu partner bisnisnya adalah Edwin Soeryadjaya, yang merupakan anak dari bos Astra International, William Soeryadjaya.

Perusahaan ini didirikan untuk memberikan dana segar sebagai investasi di berbagai perusahaan. Perusahaan ini menjadi induk (holding company) untuk bisnis-bisnis lain yang dimiliki Sandiaga Uno. Kabarnya, pada tahun 2016 Saratoga membagikan uang sebesar Rp 401 miliar kepada para pemegang sahamnya.

2. PT Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia merupakan anak perusahaan dari Saratoga yang merupakan perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Perusahan Adaro Energy dulunya didirikan pada tahun 1982 oleh negara Spanyol, namun kini 80% sahamnya telah dibeli oleh Indonesia dan Australia. Perusahaan ini terus mengalami perkembangan dan membawahi beberapa anak perusahaan.

3. PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM)

Bisnis berikutnya yang dimiliki Sandiaga Uno adalah PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang didirikan William Soeryadjaya pada tahun 1987. MPM merupakan perusahaan yang berada dibidang otomotif.

Salah satu anak perusahaan MPM adalah PT Federal Oil Karyatama, yang merupakan produsen oli federal. Dikutip dari laman saratoga investama, bisnis MTM ini dikuasai Sandiaga Uno lewat pemberian saham dana investasi. Keuntungan dari bisnis ini sebesar 411 miliar dalam waktu 9 bulan.

4. Provident Agro

Bisnis Sandiaga yang satu ini berkerja disektor perkebunan kelapa sawit. Sandiaga mulai berinvestasi di perusahan ini sejak tahun 2012. Deviden atau keuntungan dari penanaman saham di perusahaan ini pada tahun 2017 terpantau sejumlah Rp 177,99 miliar.

5. Medco Power Indonesia

Medco Power Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Pada tahun 2012 Sandiaga Uno berinvestasi di perusahan ini sebanyak Rp 1,62 triliun. Dengan nominal investasi tersebut, Sandiaga Uno menguasai 51% saham Medco Power Indonesia.

Membangun Negara

Terlepas dari kesuksesan Cawapres Sandiaga Uno dan bisnisnya, Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) menyampaikan bahwa membangun negara tidak seperti membangun bisnis atau perusahaan.

Satu Meja The Forum Kompas TV: 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Presiden jokowi mengungkapkan itu saat diwawancara Pemred Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, dalam acara Satu Meja The Forum yang diposting di akun youtube KompasTV dengan judul ‘4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK -Satu Meja : The Forum’.

Presiden Jokowi memulai penjelasan itu dengan mengatakan bahwa dalam jangka panjang Indonesia ingin berbelok dari tumpuan ekonomi yang didukung konsumsi, menjadi sebuah pertumbuhan ekonomi yang didukung produksi.

Namun Untuk mencapai hal itu perlu dilakukan industrialisasi dan hilirisasi. Berikutnya, kata Presiden Jokowi, untuk melakukan industrialisasi juga butuh banyak syarat.

Syarat-syarat yang dibutuhkan, antara lain kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, keinginan berkaitan ketenagakerjaan.

“Ini satu per satu pondasi ini harus kita siapkan. Sehingga memang kita harus siapkan infrastruktur terlebih dahulu,” kata Presiden Jokowi.

Makanya di tahun 2015 terjadi loncatan besar dalam anggaran infrastruktur sampai 87 persen. Bahkan tahun 2018 anggaran infrastruktur Indonesia sudah mencapai Rp 400 triliun.

“Arahnya memang menyiapkan infrastruktur dalam rangka Global Competitiveness Indeks,” ujar Presiden Jokowi

Hal itu dilakukan agar semakin tahun semakin baik daya saing Indonesia, dan agar pembangunan tidak hanya dilakukan di jawa, tetapi juga diluar pulau jawa.

“Sehingga tidak jawa sentrism, tapi Indonesia sentris. Baik pembangunan airport baru, atau terminal baru, atau perpanjangan runaway, atau kemudian pelabuhan baik yang sedang, besar atau kecil, karena kita memiliki 17000 pulau. Kemudian pembangunan tol tidak hanya di jawa, tapi juga diluar jawa.

Begitu juga dengan pembangunan jalan tol yang masif juga akan membuat arus barang lebih mudah.¬†Sehingga ketika seluruhnya sudah terkonsolidasi, maka Indonesia siap memasuki era industrialisasi.”

Bukan Bangun Perusahaan

Budiman Tanuredjo lalu bertanya alasan Presiden Jokowi memilih membangun infrastruktur di Papua dimana penduduknya tergolong sedikit.

Presiden Jokowi pun mengatakan bahwa membangun infrastruktur jangan hanya dihitung urusan ekonominya saja

“Infrastruktur ini juga mempersatukan, konektivitas antar pulau, antar kabupaten-kota. Ini akan mempersatukan kita. Kita ini negara besar ada 17.000 pulau, 34 propinsi,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, banyak orang sering berhitung hanya urusan ekonominya saja terkait Papua.

“Kalau kita ingin return ekonominya cepet, return politiknya juga cepet, ya bangun aja di jawa. Bangun super koridor di jawa sebelah utara. Sangat mudah, kurang dikit mengenai tenaga listriknya. Kurang dikit tambah pelabuhannya. Kurang dikit jalan tolnya, ya disitu aja udah,” ujar Presiden Jokowi.

Namun menurut Presiden Jokowi hal itu namanya bukan pemerataan dan bukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

“Membangun negara itu bukan hanya seperti membangun bisnis atau membangun perusahaan. Ada sisi keadilan sosial, ada sisi pemerataan yang juga harus kita itung. Kalau kita ingin return politik yang gede ya kita bangun aja di jawa, terus-terusan udah. Penduduknya 60 persen ada di jawa. Infrastruktur juga mendekat siap, tinggal ditambah sedkit-sedikit. saya kira ini membangun ekonomi negara, bukan hanya membangun jawa,” kata Presiden Jokowi.

Sumber : tribunnews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed