oleh

Praktik Prostitusi Berkedok Warung Kopi Menjamur di Sepanjang Jalan Samarinda-Tenggarong

Liputanindo.com Polisi membongkar praktik prostitusi berkedok warung kopi, di jalan poros Samarinda-Tenggarong, Kutai Kartanegara. Terduga muncikari, WJ (44), jadi tersangka dari korban ABG usia 15 tahun. Namun demikian, warga meminta polisi terus menindak warung sejenis lainnya.

Keberadaan warung kopi, yang kerap disebut warung pangku itu memang bukan hal baru. Warung itu, kian menjamur 5 tahun terakhir. Bahkan, tidak segan-segan menawarkan jasa esek-esek, melalui wanita pakaian seksi.

Setelah di telusuri, ada tidak kurang 20 warung kopi di sisi kiri dan kanan jalan. Setiap pagi, siang maupun sore, wanita berpakaian seksi, memang mejeng di depan warung. Diduga, warung itu juga menyiapkan kamar sewaan.

Warung Pangku Juga Menyiapkan Kamar Sewaan

“Itu kan sudah lama. Jadi, lebih baik dibongkar semua praktik prostitusi itu. Meski memang tidak semua warkop begitu, harusnya tidak ada praktik seperti itu demikian terbuka,” kata Ahmad, warga Jalan Ir H Juanda, Samarinda, Rabu (14/11) sore.

Polisi bergeming. Mereka mengaku kesulitan, apabila harus melakukan penindakan sendiri, melainkan mesti melibatkan banyak pihak, di antaranya Pemda.

“Untuk warung-warung serupa lainnya, kita bersurat ke Pemda. Kuat dugaan di warung kopi jalur dua itu, ada praktik prostitusi. Warung-warung itu, ada di 2 wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara,” kata Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Abdul Rauf, kepada wartawan, di kantornya, Rabu (14/11).

“Tahun 2017 lalu, memang pernah dilaksanakan penertiban. Tapi, sekarang ini, aktif lagi. Jadi, kami harapkan juga Pemda ada upaya. Kalau hanya dari kami, dan Polres Kukar saja, itu tidak akan efektif,” pungkas Rauf

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed