Polres Serang Tangkap Tiga Oknum Guru Pesta Seks Dengan Siswinya Hingga Hamil

Liputanindo.com Polres Kabupaten Serang tangkap tiga oknum guru SMP, setelah melakukan pesta seks bersama tiga siswinya hingga salah satu korban hamil. Tiga oknum guru yang di tangkap adalah DA merupakan guru PNS, OM guru honorer, dan AS merupakan pegawai bagian tata usaha yang masih honorer.

Akibat perbuataan OM, korban yang bernama Bunga (nama samaran) hamil dan melaporkan sang guru ke pihak berwajib. Kapolres Kabupaten Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan Bunga dicabuli hingga hamil karena dibujuk rayuan pelaku.

“Cerita awal, sebutlah atas nama Bunga melapor dengan tersangka OH, dicabuli hingga hamil karena dibujuk rayu akan bertanggungjawab,” kata Indra, Selasa (25/6/2019).

Menurut hasil penyelidikan, ternyata ada dua oknum guru lain yang juga ikut mencabuli dua korban siswi lainnya.

“Untuk keduanya, kan untuk pelaporan si Bunganya, awalnya kedua ini saksi untuk Bunga, si Mawar dan Melati (nama samaran). Korban dua dan tiga. Ternyata mereka juga sama, mengaku dicabuli, oleh oknum guru atas nama DA, satu lagi atas nama AS,” tambah dia.

Indra mengatakan perbuatan bejat tersebut dilakukan di beberapa tempat di sekolah seperti ruang guru hingga laboratorium sejak November 2018 hingga Maret 2019. Modus pencabulan tersebut berdasarkan suka sama suka, tetapi tidak bisa dibenarkan karena korban masih di bawah umur.

“Kalau kita dalami lagi, hubungannya walaupun seperti berpacaran, tapi ada bujuk rayu seperti beliin baju hingga akan dinikahi. Dan yang paling utama si guru ini tahu bahwa itu siswinya, dan sudah jelas siswinya empat belas tahun, harusnya sudah otomatis namanya guru harus membimbing dan mendidiknya, bukan sebaliknya,” kata dia.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku diberhentikan dari sekolah dan mendekam di Polres Kabupaten Serang dan diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Serang Asep Nugraha Jaya mengatakan sudah memperintahkan pihak sekolah untuk menghentikan pelaku.

“Sudah jadi tersangka, yang jelas sudah diberhentikan, saya sudah perintahkan kepala sekolah untuk diberhentikan, kecuali untuk satu guru yang berstatus PNS, diberhentikan sementara sambil diproses di persidangan,” kata Asep Nugraha Jaya.

Facebook Comments

Leave a Reply