Polisi Telah Menangkap Caleg PDIP dan Panwascam yang Diduga Pelaku Pembakaran Kotak Suara di Jambi

Liputanindo.com Diketahui bahwa ada Kotak suara dari Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, dibakar. Setelah beberapa hari telusuri pelaku, Polisi akhirnya menangkap dua orang pembakar kotak suara di Desa Koto Padang pada Minggu (21/4).

Tak disangka, ternyata pelaku merupakan seorang calon anggota legislatif dan Panitia Pengawas Kecamatan ( Panwascam) Tanah Kampung. Pembakaran itu terjadi pada Kamis (18/4) sekira pukul 04.30 WIB. Akibatnya, belasan kotak suara Pemilu 2019 beserta dokumen di dalamnya musnah terbakar.

Anggota Panwascam Tanah Kampung Jadi Pelaku Pembakaran Surat Suara di Jambi

Kedua pelaku yang ditangkap yakni RJ alias R (31), dan KS (53). RJ merupakan warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Dia juga merupakan Panwascam Tanah Kampung. RJ ditangkap di lokasi kejadian pembakaran kotak dan surat suara.

Satu orang lainnya adalah KS (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci. KS inilah yang merupakan caleg dari PDIP.

“KS ditangkap tim gabungan saat bersembunyi di rumah penduduk. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi, kemarin.

Edi juga mengatakan ada satu orang lainnya yang menyerahkan diri ke Polres Kerinci, yakni A alias Pak Eka (55). Warga Desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh itu masih berstatus sebagai saksi. A juga berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Ketiganya saat ini diamankan di Polres Kerinci guna proses lebih lanjut,” ujar Edi.

Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Surat Suara di Jambi

Lebih lanjut Edi mengatakan, untuk situasi kamtibmas pasca penangkapan tidak terjadi perlawanan dari warga masyarakat.

“Terhadap masyarakat telah diberikan arahan dan pembinaan oleh tim dari Polres Kerinci,” pungkasnya.

Sebelumnya menurut Ketua Panwaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral ada 13 kotak suara yang dibakar. Pembakaran berawal saat penyelenggara melakukan penyelesaian administrasi di TPS, sekitar pukul 03.30 WIB. Kemudian pukul 04.00 WIB mendadak lampu di TPS padam.

Ketika itu juga ada pelemparan ke arah bangunan yang menjadi lokasi TPS. Sekira pukul 04.15, massa mendatangi TPS sementara anggota KPPS ke luar lokasi menyelamatkan diri. Massa yang datang merusak dan membakar kotak suara di tiga TPS, yakni TPS 1, TPS 2, dan TPS 3.

Jumiral yang kemarin dikonfirmasi belum bisa berkomentar terkait perkembangan pembakaran kotak suara tersebut. Dihubungi melalui telepon kemarin sore, dia meminta agar bisa ditemui langsung di kantor.

“Ke kantor Bawaslu Sungai Penuh saja. Biar informasi yang kita berikan tidak keliru,” ujarnya.

Sementara itu, KPUD Sungai penuh belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.

Facebook Comments

Leave a Reply