Polisi Tangkap Dua Remaja Dalam Kasus Perkosaan Gadis di Lampung Demi Lunasi Utang Temannya

Liputanindo.com Seorang gadis di Lampung Utara diperkosa 2 remaja pria untuk bayar salah satu pelaku yang merupakan teman korban. Korban yang merupakan warga Kotabumi tersebut masih berusia 16 tahun. Jajaran PPA dan Resmob Polres Lampung Utara telah menangkap dua tersangka dalam kasus perkosaan gadis di Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono mengungkapkan, penangkapan terhadap kedua anak baru gede (ABG) itu dilakukan anggotanya pada Senin (29/7/2019) sekira pukul 14.00 WIB. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan korban ke Polres Lampung Utara.

“Pelaku telah diamankan kemarin, dan tengah dalam pemeriksaan satreskrim dan PPA,” ujar Budiman Sulaksono, Rabu (31/7/2019).

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Mukhammad Hendrik Apriliyanto mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda.

Tersangka SA (16) diamankan Tim Resmob di Bandar Jaya, Lampung Tengah. Sementara, tersangka FK (16) diamankan unit PPA di rumahnya di wilayah Kecamatan Abung Timur. Kedua tersangka merupakan warga Abung Timur.

“Tersangka SA kami amankan di depan Masjid Bandar Jaya, dan tersangka FK dijemput oleh anggota PPA dan Resmob di rumahnya,” ujar Mukhammad Hendrik Apriliyanto.

Kedua pemuda tersebut ditangkap anggota Polres Lampung Utara karena diduga kuat sebagai pelaku tindak pidana pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun. Hendrik mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat SA menghubungi korban menggunakan WhatsApp.

SA mengajak korban untuk jalan-jalan. SA lalu mengajak rekannya, FK untuk menjemput korban. Kedua tersangka menjemput korban di rumahnya pada Kamis (27/6/2019). Mereka kemudian berboncengan tiga meninggalkan rumah korban.

“Kejadian pemerkosaan itu terjadi pada Kamis (27/6/2019) sekira pukul 22.00 WIB, di TKP pada salah satu gubuk di kebun singkong, daerah Pancasila, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara,” katanya.

Hendrik mengungkapkan, setibanya di gubuk di daerah Pancasila, tersangka mematikan mesin sepeda motor. Sementara, tersangka FK meninggalkan korban dan tersangka SA berdua di gubuk. Saat sedang berduaan itu, tersangka SA memperkosa korban.

“Setelah menyetubuhi korban, pelaku SA meminta korban melayani rekannya FK. Pelaku SA beralasan untuk bayar utang dirinya kepada kawannya FK sebesar Rp 200 ribu. Karena korban merasa takut dan suasana gelap, korban menuruti kemauan SA dan FK. Dari kejadian itu korban langsung melapor ke Polres Lampung Utara,” kata Mukhammad Hendrik Apriliyanto.

Dasar penangakapan kedua remaja tersebut sesuai hasil penyelidikan atas LP/B/509/VII/2019/Polda Lampung/SPKT, tanggal 26 Juli 2019, tentang Tindak Pidana Persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak dengan pelapor korban yang masih berusia 16 tahun.

Kedua tersangka pelaku tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak tersebut akan diproses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016, PP Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan ke 2 atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yang diubah menjadi Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014.

Facebook Comments

Leave a Reply