oleh

Polda Jatim Ciduk Tiga Pasutri yang Sedang Pesta Seks Tukar Pasangan di Sebuah Hotel Surabaya

Liputan Indo Kasus pesta seks melibatkan pertukaran pasangan (swinger) dibongkar Polda Jawa Timur. Dari penggerebekan itu, Ditreskrimum Polda Jatim menangkap tiga pasangan tukar pasangan (swingers), Minggu (7/10/2018) di salah satu hotel di Kota Surabaya.

“Sepasang di atas tempat tidur, sepasang di lantai, dan sepasang lagi di kamar mandi,” kata Wakil Direktur Resort Kriminal Umum Polda Jawa Timur, AKBP Juda Nusa Putra, Selasa (9/10/2018).

Penggerebekan pesta seks tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan polisi pada akun twitter @ekodok87 dan @pasutri94 milik salah satu pasangan.

“Akun ini kerap menawarkan layanan seks menyimpang dari swinger hingga threesome dengan membayar sejumlah uang kepada penyelenggara pesta,” kata Juda.

Akun tersebut adalah milik Eko Hardianto (31), yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Eko merupakan satu-satunya pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka ini (Eko Hardianto) merupakan otak atau yang mengadakan swinger,” tegas Juda kepada awak media, Selasa (9/10/2018).

“Dalam akun Twitter itu bertuliskan ” Pasutri muda wf 22 thn hubby 29 thn swinger, soft party, & 3some yg bersih, wangi, dan no smoking area Surabaya// add pin bb 5BADD8EC atau DM”,” tutur Juda saat membacakan akun milik Eko.

Dalam pesta tersebut, tersangka meminta uang Rp 750.000 kepada masing-masing pasangan. Uang tersebut Rp 294.505 untuk membooking hotel, sisanya Rp 455.495 masuk ke rekening pribadi Eko dengan alasan untuk keperluan pribadinya.

Ketika penangkapan kala itu, lanjut Juda, ketiga pasangan sedang melakukan hubungan intim dan telah bertukar pasangan.

Mirisnya, salah satu pelaku wanita yang merupakan istri Eko berinisial DA tengah hamil tua delapan bulan. Kepada penyidik, Eko mengaku sudah pernah empat kali melakukan swinger.

3 Pasangan Suami Istri Melakukan Seks Swinger

Selain Eko dan DA, dua pasangan suami istri sah lainnya yaitu AG bersama sdr RD, ARP bersama DYA juga dirangkap polisi.

“Mereka melakukan tindak pidana perbuatan cabul di antara lain yang meraup keuntungan. Ini yang diamankan tiga pasang suami istri sah, dan ini kali ke-tiga yang mereka lakukan,” tambah AKBP Juda.

Juda menambahkan, Eko mengaku dalam menawarkan atau mengajak pasangan lain selalu melalui wall Twitter pribadinya. Ketika ada yang berminat, Eko mengatakan para pasangan yang diajaknya dapat langsung melakukan direct message (DM) kepadanya.

Lalu untuk berkenalan, Eko menganjurkan customernya via DM untuk memenuhi kriteria yang telah ditentukan Eko. “Sebagai pasangan swing, tersangka meminta pasangan lain menunjukkan foto hot atau telanjang berdua dengan pasangannya, apabila cocok atau memenuhi syarat dilanjutkan bertukar nomor telepon lalu dilanjut WhatsApp,” tutupnya.

Eko dikenai pasal 296 KUHP atau pasal 506 KUHP karena mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.

Eko terancam hukuman empat tahun penjara, sementara lima pelaku lainnya ditetapkan sebagai saksi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed