Pipin Beberkan Masa Lalu Fahri Hamzah di PKS Sebagai Tukang Bawa Tas

Liputan Indo – Kisruh antara Fahri Hamzah dan Partai Keadilan Sosial (PKS) terus berlanjut hingga kedua pihak saling melontarkan tudingan. Kali ini seorang kader muda PKS, Pipin Sopian membeberkan satu cerita tentang Wakil Ketua DPR tersebut sebelum dipecat.

Pipin mengatakan, PKS semula tak ada niatan memecat Fahri. Bahkan PKS sempat mengajak Fahri duduk bareng Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim sebelum dipecat. Saat itu Fahri bersumpah untuk setia dengan PKS dan melepaskan jabatannya sebagai pimpinan DPR agar tetap di PKS.

“Wallahi, demi Allah, Sami’na Wa Atho’na. Saya bersedia mundur dari jabatan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Saya siap ditempatkan di mana saja. Karena bagi saya lebih baik bersama PKS,” kata Pipin mengulang ucapan Fahri di Hotel Sofyan, Jakarta, Rabu (14/3).

Kata Pipin, demi tetap di PKS, Fahri siap kembali menjadi tenaga ahli salah satu petinggi PKS sekaligus pejabat Fraksi PKS di MPR, Sunmanjaya Rukmandis. Bahkan Fahri mengungkapkan kalau dulunya dia juga menjadi tukang pembawa tas Sunmanjaya.

“Bahkan kalau sekarang antum tugaskan saya jadi tenaga ahli Kang Sunman saya siap. Dulu saya juga bawain tas Kang Sunman,” lanjut Pipin meniru ucapan Fahri.

Karena sumpah itu, Pipin sebagai kader PKS pun heran melihat tingkah laku Fahri yang kini malah melaporkan pimpinan PKS Sohibul Iman ke Polda Metro Jaya. Pipin menganggap pernyataan Fahri soal niatan PKS memecat Fahri adalah sebuah kebohongan.

“Pernyataan beliau mengartikan bahwa beliau diberhentikan dan tidak diajak bicara. Padahal kurang lebih ada empat kali pembicaraan Fahri dengan Ketua Majelis Syuro,” ujar Pipin.

Karena alasan itu, Pipin pun mengajak Fahri Hamzah bermubahlah pada Jumat, 16 Maret 2018 di Masjid Al Hikmah Bangka, Jakarta Selatan pukul 13.00-14.00. Ia menantang Fahri untuk datang dan membuktikan kebenaran ucapannya.

“Ya, kita lihat kalau beliau memang benar silahkan datang. Ini ikhtiar saya dan teman-teman yang mendukung mubahalah ini melihat cara ini salah satu solusi,” terang Pipin.

Rencananya akan datang sejumlah kader dan simpatisan PKS dalam acara mubahalah tersebut. Pipin pun mengaku tantangannya ini diketahui dan disetujui oleh PKS.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mubahalah merupakan doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memohon jatuhnya laknat Allah. Hal itu hanya akan terjadi atas orang yang berbohong.

“PKS selama kita punya dasar hukum dibolehkan. Mubahalah ini salah satu solusi untuk mengungkapkan siapa yang benar dan siapa yang salah, sehingga kita tidak bermain-main dalam berpolitik,” tutup dia.

Diketahui pekan lalu Fahri resmi melaporkan petinggi PKS Sohibul Imam ke Polda Metro Jaya. Laporannya tertulis soal dugaan pencemaran nama baik dengan laporan bernomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 8 Maret 2018.

Leave a Reply