Perbedaan Ahok dan Anies Tangani Kasus Prostitusi Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Liputan Indo Gubernur baru DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janji kampanyenya untuk menutup Hotel Alexis di Pademangan Jakarta. Janji menutup Alexis itu diutarakan saat kampanye pada pemilihan gubernur Jakarta beberapa waktu lalu.

Tak banyak memberikan komentar, Anies tiba-tiba total perpanjangan izin usaha tempat hiburan yang kabarnya memiliki praktik prostitusi terselubung.

Melalui secarik kertas penolakan, Alexis tidak bisa disodorkan surat itu.
“Kita pastikan di hari-hari ke depan semua aturan daerah ditaati dan apabila ada pelanggaran kita tidak akan pandang bulu,” tutur Anies ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/10/2017).

Hotel Alexis dilarang perpanjang izin usaha dalam surat bernomor 68661-1.858.8. Surat itu merupakan tanggapan atas surat dari Alexis dengan Nomor 026B/GAH/X/17 yang dikirim sehari sebelumnya atau 26 Oktober. Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi, membenarkan hal tersebut.

“Saya juga sudah laporkan ke gubernur soal tak diperpanjangnya izin usaha Hotel Alexis,” kata Edy yang pertama kali mengumumkan soal penutupan Alexis.

Cara Ahok Menutup Kalijodo

Era Ahok saat hendak menggusur kawasan prostitusi Kalijodo di Jakarta Utara awal Oktober 2016 lalu, Ahok sempat mendapat tantangan dari PSK yang menolak direlokasi.

“Ya udah nanti kita minta kirim tank ke sana he-he-he,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2016).

Ahok memaparkan, Pemprov DKI hanya melaksanakan tugasnya untuk memberikan keamanan kepada warganya.

“Kita hanya melaksanakan tugas,” lanjut Ahok.

Kritik Senator Jakarta
Anggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris menyoroti beda sikap Anies dan Ahok dalam menangangi kasus.

“Dari sini (penutupan Alexis) kita belajar bahwa tegas itu soal sikap dan tindakan bukan bentak-bentak. Anies-Sandi menjadi harapan baru warga Jakarta bahwa masih ada pemimpin yang teguh memegang dan melaksanakan janji-janji saat kampanye,” kata Fahira Idris dalam keterangannya, Selasa (31/10/2017).

Dia menyindir gubernur sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menurutnya hanya membuat kegaduhan masyarakat.

“Setelah hanya dijadikan wacana oleh gubernur sebelumnya, tanpa gembar-gembor apalagi buat kegaduhan, akhirnya kegiatan di hotel Alexis berhenti,” kata Fahira.

Dirinya menambahkan, tidak menyangka janji menutup Alexis bisa direalisasikan secepat ini, meski belum genap satu bulan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Meskipun sudah menjadi rahasia umum diduga kuat ada praktik yang melanggar hukum di hotel ini.

“Tetapi dari gubernur ke gubernur, termasuk saat DKI Jakarta dipimpin Ahok, Alexis tetap gagah berdiri. Ini (Keputusan Anies-Sandi menutup Hotel Alexis) akan menjadi catatan sejarah bagi Jakarta dan menjadi peringatan bagi pengusaha hiburan malam lain agar jangan coba-coba menjadikan lokasi usahanya menjadi tempat prositusi dan peredaran narkoba,” katanya.

Fahira mengancam, jika masih bandel maka dijamin Pemprov DKI Tidak akan memberikan ampun dan akan menutupnya.

Leave a Reply