oleh

Penilaian Susy Susanti Atas Kegagalan Indonesia Raih Juara di Prancis Terbuka 2018

Olahraga Indonesia tanpa gelar di Prancis Terbuka 2018. Kepala bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memberikan evaluasinya. Indonesia pulang dengan tangan hampa dari Prancis Terbuka yang digelar dari 25-18 Oktober. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, sebagai satu-satunya wakil Merah Putih di babak final, hanya menjadi runner-up.

Kevin/Marcus dikalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong dari China yang berakhir tiga gim. Kevin/Marcus menjalani pertarungan tiga gim melawan pasangan China tersebut di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (28/10/2018) malam WIB. Setelah kehilangan gim pertama dalam pertarungan ketat yang berakhir 21-23, Kevin/Marcus merebut gim kedua dengan 21-8.

Tapi mereka pada akhirnya harus mengakui lawan setelah kalah 17-21 di gim ketiga. Kekalahan Kevin/Marcus sekaligus memastikan Indonesia tanpa titel dari kejuaraan ini.

Ini jadi kekalahan kedua beruntun untuk Kevin/Marcus dari Han/Zhou setelah di China Terbuka 2018 lalu. Marcus menyebut kelelahan memegang faktor di final kali ini. Selain itu, kegagalan merebut gim pertama jadi kerugian besar.

“Kevin/Marcus di final (Prancis Terbuka 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai,” ujar Susy.

Selain itu, Susy meminta agar sektor lain tak menaruh beban kepada ganda putra. Sudah saatnya empat kategori lain bisa lebih sip dalam turnamen terbuka.

“Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi,” dia menambahkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed