Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS Menguat Hingga ke Level Rp 13.142 per USD

Liputan Indo Nilai tukar Rupiah ke Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Senin (11/9). Bahkan, nilai tukar sempat menyentuh level terkuatnya di Rp 13.142 per USD pada pukul 09.00 WIB.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka di Rp 13.187 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.185 per USD. Namun, usai pembukaan nilai tukar langsung menguat dan saat ini berada di Rp 13.146 per USD.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara angkat bicara terkait menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Rupiah lebih kuat dibanding ekspektasi pemerintah karena awalnya ada kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

“Waktu itu dikira masih bisa jaga ekonomi AS. Lalu karena diperkirakan lebih cepat dari perkiraan maka suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan,” ujar Mirza di kompleks BI, Jakarta, Jumat (8/9).

Tapi ternyata, kata dia, ekonomi AS memang tumbuh bagus namun tidak secepat perkiraan. “Agak melandai. Inflasi di AS melandai di bawah 2 persen,” ucapnya.

Lanjut dia, mulanya suku bunga di awal tahun diperkirakan bisa naik 4-5 kali. Saat ini sudah 3 kali kenaikan suku bunga. “Ehh sudah naik berapa kali tahun ini? 2 kali. Mau naik sekali lagi belum tentu. September ini rasanya nggak. Desember nanti change untuk naik sudah 25 bps,” kata Mirza.

Menurutnya, hal itu yang membuat USD kurang menarik karena suku bunganya tidak jadi naik serta ekonomi AS tidak tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. “Itu semua membuat tren pembalikan, ekspektasi orang terhadap USD, USD terhadap mata uang global menurun,” jelasnya.

Tambahnya, USD yang awal tahun bisa mencapai 2,5 persen tenor 10 tahun sekarang trennya turun. “Terus kemarin terakhir 2,0 sekian ini membuat USD melemah. Yaa ini yang mata uang Indonesia dan negara-negara emerging market menguat,” tandasnya.

Leave a Reply