Miris!!! Pasutri di Tasikmalaya Pertunjukkan Adegan Ranjang Kepada Bocah SD Dengan Bayaran 10 Ribu

Liputanindo.com Polres Tasikmalaya Kota telah menetapkan pasutri ES (24) dan La (24) sebagai tersangka pornografi. Pasalnya ES dan LA diduga mempertontonkan adegan seks di hadapan sejumlah bocah SD berusia 12-13 tahun yang menetap di sekitar rumahnya dengan mematok harga bila ingin menonton adegan ranjang mereka.

Keduanya sempat melarikan diri, namun pada akhirnya pasutri tersebut mendekam di sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota.

Terlihat LA dan ES yang merupakan warga Desa/Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mengenakan jaket jins biru. Saat diperiksa oleh polisi, LA menangis sesenggukan sementara ES terlihat lesu.

Tak hanya itu, LA juga sempat jatuh pingsan di depan pintu sel dan harus dibopong anggota polisi. Ketika digiring menuju sel tahanan, pasutri yang bekerja sebagai buruh tani itu beberapa kali mogok.

Pertunjukkan Adegan Ranjang

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Ajun Komisaris Polisi Dadang Sudiantoro mengatakan pihaknya telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Berdasarkan keterangan saksi, pasutri itu meminta bayaran kepada bocah SD yang ingin melihat adengan panas mereka. Harga yang diberikan tidak terlalu mahal yakni Rp 5-10 ribu namun berdampak buruk pada bocah SD yang melihatnya. Uang tersebut digunakan untuk membeli kopi dan rokok.

“Keduanya mengajak menonton pada anak-anak saat mereka berhubungan badan syaratnya iuran membeli kopi dan rokok,” katanya saat ditemui di Mapolresta, Selasa (18/6/2019) petang.

Kelakuan pasutri di Tasikmalaya itu terendus oleh Miftah Farid, guru ngaji di kampung tersebut. Miftah Farid mengetahui hal tersebut setelah mendengar cerita dari seorang anak. Kemudian, Miftah Farid mengadukan kejadian tersebut ke KPAID.

Dia berharap pesutri tersebut bisa segera ditindak sesuai hukum yang berlaku. Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinto mengatakan pihaknya telah mengecek dan melakukan invistigasi.

Rupanya adegan ranjang yang dilakukan oleh pasutri itu terjadi di bulan Ramadan. Sekitar tujuh anak, menjadi korban pornografi tersebut. Usia korban sekitar 12 tahun hingga 13 tahun dan masih duduk di bangku 6 SD.

Pasutri tersebut mempertontonkan adegan ranjang kepada bocah SD tak hanya sekali.

Pihaknya tengah mendalami motif pasutri melakukan hal tersebut. Menurut Ajun, terdapat tujuh korban yang melihat adegan tersebut sekali.

“Kemudian informasi bahwa ada dampak anak balita berusia 3 tahun yang nyaris jadi korban anak-anak yang menonton itu, kami masih dalami,” ucapnya.

Ajun mengatakan anak-anak melihat hubungan intim pasutri itu melalui jendela yang sengaja dibuka.

“Saat kelakuan mereka diketahui dan mulai ramai di masyarakat mereka meninggalkan rumah tapi seminggu kemudian datang ke Polsek lalu kami amankan,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, keduanya akan dikenai sanksi pidana Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan diancam 10 tahun penjara.

Facebook Comments

Leave a Reply