Miris!!! Dari 100 TKI yang Divonis Hukuman Mati di Arab Saudi, 76 TKI Telah Bebas, 21 Dalam Proses, dan 3 Telah Dieksekusi Mati

Liputan Indo Eksekusi mati terhadap TKI Mochammad Zaini (47), warga Desa Kebun Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Minggu (18/3/2018) menambah panjang daftar kelam nasib buruh migran Indonesia di Arab Saudi.

Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Moh Iqbal mengungkapkan, sudah ada sekitar 100 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi sejak tahun 2011 lalu.

“Total 100 orang terancam hukuman mati. Namun 76 orang di antaranya telah bebas, 21 orang masih diproses, dan 3 orang lainnya telah dieksekusi mati salah satunya Mochammad Zaini yang baru di eksekusi Minggu 18 Maret 2018 kemarin,” ungkapnya saat berada di rumah duka almarhum Zaini, Senin (19/3/2018).

Almarhum Zaini menjadi TKI ketiga yang menerima Hukum Qisas (Pembalasan) setelah pihak pengadilan memutus bapak dengan dua anak itu bersalah atas pembunuhan terhadap majikannya, Abdullah bin Umar pada Juli 2004.

Sejak 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali berkirim surat ke Raja Arab Saudi pada Februari 2017 dan September 2017. Dalam suratnya Presiden meminta kasus dugaan pembunuhan yang dituduhkan kepada Zaini ditinjau ulang.

“Bahkan Presiden Jokowi sudah empat kali bertatap muka dengan Raja untuk meminta eksekusi Zaini ditunda,” jelasnya.

Selain upaya government to government, Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu telah memberangkatkan dua putra Zaini, Syaiful Thoriq, (26) dan Mustofa (18) sebanyak tiga kali. Keduanya dibawa menemui Zaini di penjara Umumi Kota Makkah pada tahun 2010, 2017, dan Januari 2018.

“Mereka kami pertemukan dengan keluarga ahli waris. Dengan harapan mendapatkan pemaafan. Namun ahli waris belum memaafkan,” ujar Iqbal.

Hukum Qisas
Hukum Qisas

Hukum Qisas adalah istilah dalam hukum islam yang berarti pembalasan dengan memberi hukuman setimpal atau mirip dengan istilah “hutang nyawa dibayar nyawa”.

Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh. Hukum qisas bisa dibatalkan dengan catatan, ahli waris memberikan pengampunan.

“Kami juga menggunakan jasa dua pengacara, semua biaya ditanggung pemerintah. Namun pihak ahli waris tidak memberikan pengampunan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bangkalan Hery Utomo mengungkapkan, pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan kerja kedua anak almarhum Zaini.

“Kami sediakan pelatihan-pelatihan kerja untuk membekali mereka. Seperti keterampilan mesin, las, dan kelistrikan,” ungkap Hery.

Leave a Reply