Miris!!! Bocah Dibawah Umur Dicabuli Kakek Asuhnya Hingga Hamil dan Meninggal

Liputanindo.com Seorang pria berusia 71 tahun mencabuli anak asuhnya hingga hamil dan meninggal dunia. Pelaku mengaku merayu dan mengancam korban untuk melancarkan aksinya.  Namun pelaku berinisial HS membantah jika dirinya memaksa korban, EPJD melakukan hubungan intim.

HS akhirnya ditangkap oleh Polsek Bekasi Timur pada Rabu (3/7/2019) dini hari setelah dilaporkan oleh warga. HS diduga melakukan pencabulan terhadap anak asuhnya, EPJD, hingga hamil dan kemudian meninggal.

HS dan EPJD tinggal satu rumah sejak Juli 2017 di Jalan Bluesafir, Perumahan Rawalumbu, Bekasi. Ibu EPJD menitipkan anaknya tersebut kepada HS lantaran harus bekerja ke luar negeri. Sementara sang ayah dikabarkan sudah lama meninggalkan EPJD.

“Jadi memang mereka tetangga sejak tahun 2014, tapi Juli 2017 diserahkan kepada pelaku oleh ibunya karena harus kerja ke luar negeri. Ayah korban juga sudah lama meninggalkan korban,” tutur Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Imron Ermawan, pada Kamis (4/7/2019) di Mapolrestro Bekasi Kota.

HS mulai melancarkan aksinya dengan meminta EPJD memijatnya. Pebuatan ini dilakukan sejak Desember 2018. HS mengaku kepada polisi, dirinya tak pernah memaksa korban secara eksplisit untuk melakukan hubungan tersebut. Namun, HS mengaku membujuk rayu dan memberikan ancaman kepada korban.

“Tidak ada (paksaan), tapi bujuk rayu dan kalau tidak (patuh) diancam diusir, tidak dikasih makan, dan lain-lain,” katanya.

Kronologi kejadian Meninggalnya EPJD

EPJD dibawa ke rumah sakit di daerah Rawalumbu lantaran mengalami sakit perut, Minggu (30/6/2019). Sampai di rumah sakit, ternyata calon bayi EPJD dan HS dinyatakan meninggal dengan kondisi prematur usia 5-6 bulan.

EPJD sempat dibawa pulang, tapi kondisinya melemah pada Selasa (2/7/2019) pukul 16.00 WIB.

EPJD kemudian dibawa ke rumah sakit lagi. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (2/7/2019) pukul 18.00 WIB.

Setelah calon bayinya dinyatakan meninggal, HS kemudian membawa calon bayinya pulang ke rumah untuk dikubur. Bayi tersebut kemudian dikubur oleh HS di dalam pot lantai dua rumahnya.

“Iya betul di pot lantai 2, bayinya lahir normal sudah berbentuk bayi bukan aborsi. Semalam yang nangkep semua anggota kita,” kata Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung Iswanto, Kamis (4/7/2019) pagi.

Eks komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Sopar Makmur juga mengatakan hal senada.

Kasus ini mulai terendus karena kecurigaan warga terhadap kematian EPJD. HS mengaku kepada warga jika EPJD meninggal karena pendarahan.

“Tetangga curiga ibunya (korban) belum nikah, masih di bawah umur, kok bisa meninggal pendarahan,” ujar Imron Ermawan, Kamis (4/7/2019).

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bekasi Timur pada Selasa (2/7/2019) malam. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap HS pada Rabu (3/7/2019) dini hari.

Facebook Comments

Leave a Reply