Meski di Puji Jokowi, Mengapa Luhut Tetap Meminta Susi Hentikan Penenggelaman Kapal Tahun Ini?

Liputan Indo Tindakan penenggelaman kapal yang dimulai Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selama tiga tahun terakhir mendapat pujian dari Presiden RI, Joko Widodo, Senin (8/1) lalu. Namun, pada hari yang sama, Luhut Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman, meminta langkah penenggelaman kapal dihentikan tahun ini.

Dalam pidatonya di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Presiden Jokowi menilai Susi telah menempuh langkah signifikan dalam menghalau kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

“Sudah tiga tahun ini, ribuan kapal asing pencuri ikan semuanya sudah nggak berani mendekat. Karena apa? Semuanya ditenggelamkan sama Bu Susi,” ujar Jokowi.

“Sudah 317 kapal yang ditenggelamkan Bu Susi. Bu Susi itu perempuan, tapi serem. Takut semuanya kepada Bu Susi,”  imbuh Joko Widodo.

Di sisi lain, Luhut Panjaitan, menegaskan bahwa aksi penenggelaman kapal asing harus dihentikan tahun ini.

Hal itu diutarakannya pada Senin (08/01) malam seusai mengadakan rapat koordinasi bersama menteri-menteri di bawah koordinasinya, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Perikanan (Kementerian Kelautan Perikanan), sudah diberitahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Iya (tahun ini). Cukup lah itu (penenggelaman) selama 3 tahun, sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat,” kata Luhut.

Luhut mengatakan, kapal-kapal yang melanggar akan disita untuk dijadikan aset negara.

“Disitalah, (untuk aset) iya. Nanti kita ingin jangan lagi stranded (terdampar) kapal tadi. Tadi Pak Menteri Perhubungan juga menyampaikan tidak ingin ada lagi kapal-kapal berhenti begitu saja. Sudah cukup tiga tahun ini,” kata Luhut.

Meski demikian, menurutnya, bukan tidak mungkin penenggelaman kapal dilakukan bila ada hal-hal khusus yang dilanggar.

“Sekarang kita ingin lihat ke depan. Semua orang sudah tahu negeri kita tegas. Kalau memang ada, nanti bukan tidak mungkin ditenggelamkan, suatu ketika bisa saja kalau ada pelanggaran khusus tapi tidak seperti sekarang. Sekarang bicara soal produksi,” terang Luhut.

Sesaat setelah diangkat menjadi menteri, Susi menggagas meledakkan kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

“Kita perlu efek kejut. Kita punya wilayah yang sangat besar untuk diawasi, mustahil untuk benar-benar mengawasinya,” kata Susi beberapa waktu lalu.

Selama menjabat menteri kelautan dan perikanan, Susi telah memerintahkan peledakan ratusan kapal, termasuk dari Cina yang menyebut perairan di sekitar Kepulauan Natuna adalah wilayah tradisional Cina dalam menangkap ikan.

Hal ini memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara sekaligus kecaman dari DPR bahwa ia bersikap terlalu keras .

Leave a Reply