Menyamar Jadi Santri, Mahasiswi Gasak Ratusan Juta di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah

Liputanindo.com Seorang mahasiswi yang bernama Siska (21) nekat mencuri uang senilai Rp 213 Juta di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlahiyah. Pelaku diketahui merupakan mahasiswi semester 8 di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku masuk ke wilayah Pondok Islahiyah dengan menyamar seperti santri Ponpes tersebut. Setelah situasi sepi, lantaran para santri banyak yang sekolah. Pelaku kemudian memasuki ruangan kantor dan mencari kunci-kunci yang berada di laci lemari.

Setelah menemukan kunci lemari yang berisi uang, pelaku kemudian mengasak seluruh uang yang ada di dalam lemari tersebut. Setelah uang itu diambil, pelaku kabur dengan membawa uang itu beserta kunci lemari melalui halaman depan Ponpes.

Mahasiswi Gasak Ratusan Juta di Pondok Pesantren Al IshlahiyahKejadian itu baru di ketahui saat penghuni Ponpes, Supriyono akan membuka laci lemari namun tidak menemukan kunci lemari tersebut.

Setelah dicari ke beberapa tempat tidak juga ditemukan, saksi kemudian melaporkan ke pengurus yayasan. Setelah di cek, para pengurus Ponpes sepakat untuk menjebol pintu rak lemari yang berisikan uang Operasional Pondok Islahiyah itu.

Setelah pintu lemari itu dijebol, ternyata uang Operasional Pondok Islahiyah senilai Rp 213 Juta sudah tidak ada. Lalu para pengurus melaporkan ke pengelola Yayasan Pondok Islahiyah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Singosari.

“Atas laporan tersebut, kami menurunkan anggota kami ke TKP untuk melihat dan menyelidiki keadaan di sana,” ucap anggota Reskrim Polsek Singosari.

Pelaku pencurian di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang sempat mengembalikan uang senilai Rp 146 Juta melalui jalur ekspedisi. Hal itu disampaikan oleh Gus Sani, pengasuh Ponpes Al Ishlahiyah Singosari saat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

“Kemarin, Senin (18/2/2019) tiba-tiba ada paketan datang ke sini. Setelah kami buka ternyata isinya uang dan sebuah surat permohonan maaf dari pelaku,” ucap Gus Sani.

Pelaku merasa ketakutan perihal pemberitaan di media dan komentar pedas netizen di media sosial. Atas dasar itulah pelaku mengembalikan uang tersebut walaupun tidak dikembalikan secara penuh.

“Uang yang dicuri itu senilai Rp 213 Juta dan bukan Rp 130 Juta setelah kami cek kembali. Saat kami tanya uang sisanya, pelaku mengaku telah memakai uang tersebut untuk keperluan dirinya sendiri,” ujarnya.

Sering Beraksi di Pondok Pesantren (Ponpes)

Mahasiswi Gasak Ratusan Juta di Pondok Pesantren Al IshlahiyahPengakuan Pelaku, sebelum melakukan aksinya di Ponpes Al Ishlahiyah, dia juga sempat melakukan aksi di Ponpes Al Hikmah dan Al Fatah namun usahanya gagal di sana karena lebih dulu terpantau kamera CCTV.

“Jadi pelaku ini sudah sering melakukan aksi ke Ponpes-ponpes, barang bukti yang kami terima dari Polsek Singosari ada banyak atm, dan KTP yang dimiliki pelaku. Kini menurut info pelaku telah sampai di Polsek Singosari,” papar Gus Sani, pengasuh Ponpes Al Ishlahiyah Singosari.

“Kami masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk kasus ini. Ditunggu saja nanti kabar selanjutnya,” tandasnya.

Mencuri Untuk Kebutuhan Ekonomi dan Pengobatan

Pelaku pencurian di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah Singosari, Kabupaten akhirnya memberikan pengakuan terkait alasan dirinya mencuri. Hasil dari pencurian itu di gunakan untuk kebutuhan ekonomi.

“Saya mohon maaf, saya menyesal telah melakukan perbuatan ini,” ucap pelaku yang juga Mahasiswa di salah satu kampus negeri di Kota Malang

Sementara itu, Iptu Supriyono, Kanit Reskrim Polsek Singosari menjelaskan bahwa uang hasil curian digunakan pelaku untuk berbelanja pakaian di tempat perbelanjaan dan untuk berobat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Katanya pelaku ini sakit. Setelah kami telusuri benar, hasil pencurian itu sebagian dibuat bayar ke RS UMM melalui nota yang kami temukan,” ucapnya, Rabu (20/2/2019).

Dari penyelidikan polisi, akhirnya pelaku tertangkap di Dusun Pulo, RT 03 RW 01 Desa Selogabus Kabupaten Tuban pada Senin (18/2/2019). Pelaku ditangkap pada saat berada di dalam rumahnya.

Barang Bukti Hasil Pencurian di Pondok Pesantren“Pelaku kami tangkap di dalam rumahnya. Pada saat penangkapan kami hanya menemukan barang bukti berupa pakaian, tas dan sandal yang dibeli dari uang hasil curian tersebut. Sementara uangnya sendiri telah dikirim melalui jasa ekspedisi ke Malang dengan menggunakan nama dan alamat palsu, alasannya pelaku ini merasa ketakutan karena pemberitaan di media dan komentar netizen di medsos,” tandas Kanit Reskrim Polres Singosari, Iptu Supriyono.

Atas kejadian itu, pelaku akan dikenai Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Leave a Reply