Menjelang Natal, Uang Kina Palsu Beredar di Perbatasan Papua Nugini

Liputan Indo Jelang Natal dan Tahun Baru di Perbatasan Papua Nugini, diduga beredar uang Kina palsu yang ditukar dengan uang rupiah. Kina merupakan mata uang Negara Papua Nugini yang sampai saat ini masih beredar di pasar tradisional di Skouw, perbatasan Papua dan Papua Nugini.

Namun, Bank Indonesia tak bisa menyelidiki beredarnya uang Kina palsu itu. Sementara yang bisa menyelidiki temuan uang Kina palsu itu adalah otoritas yang mengeluarkan uang Kina tersebut.

“Kami sudah mendapatkan laporan masyarakat yang katanya uang Kina itu dijual 1 Kina dengan Rp 2-3 ribuan. Kenyataannya, Kina dijual saat ini di harga Rp 4000-an,” kata Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto, Minggu (17/12/2017). .

Untuk itu, Bank Indonesia menyarankan kepada masyarakat di perbatasan, khususnya di perbatasan Indonesia, untuk menggunakan rupiah dalam bertransaksi.

“Isu uang Kina palsu belum dilaporankan secara resmi kepada kami,” Joko menambahkan.

Untuk mengatasi peredaran uang palsu agar tak beredar luas, Bank Indonesia perwakilan Papua membentuk Satuan tugas (Satgas) pengawalan penggunaan Kina di perbatasan Indonesia yang terletak di Papua dan Papua Nugini.

Satgas berfungsi untuk melakukan penegakan hukum kepada pelaku yang tak menggunakan rupiah dalam bertransaksi. Apalagi, selama ini Bank Indonesia sudah lama melakukan sosialisasi penggunaan rupiah di perbatasan.

BI Tugaskan Satgas Kawal Penggunaan Uang Kina di Perbatasan Indonesia
BI Tugaskan Satgas Kawal Penggunaan Uang Kina di Perbatasan Indonesia

“Marilah kita wujudkan rupiah yang berdaulat, agar masyarakat tak dirugikan penggunaan uang palsu yang bukan rupiah di perbatasan,” ujar Joko.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua menyediakan Rp 4 triliun uang kartal, jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Selain itu, Bank Indonesia dan perbankan melayani penukaran uang pecahan kecil, mulai 14 Desember 2017 hingga 5 Januari 2018.

Pelayanan penukaran uang pecahan kecil melibatkan 17 bank umum dan 5 bank perkreditan rakyat. Masyarakat yang ingin menukarkan uang pecahan kecil, tanpa dipungut biaya apapun.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto menyebutkan persediaan uang kartal ditentukan dengan realisasi kebutuhan uang kartal pada Natal dan Tahun Baru sebelumnya, serta estimasi peningkatan peredaran uang sepanjang tahun 2017.

“Kami juga menyediakan layanan kas keliling di pusat keramaian,” kata Joko,

Sementara penarikan uang terbesar terjadi di sejumlah kota besar di Papua yang kemajuan ekonominya tinggi, diantaranya Kota Jayapura, Merauke, Nabire, dan Timika. Walau begitu, Bank Indonesia tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua.

Persediaan uang kartal tahun ini menurun dari tahun sebelumnya yang disediakan Rp 5 triliun. Sebab, berdasarkan perhitungan dan realisasi tahun lalu, dari Rp 5 triliun yang disiapkan hanya terserap Rp 3 triliun.

“Estimasi kebutuhan uang, jelang Natal dan Tahun Baru di Papua itu sekitar Rp 4-4,5 triliun. Pengeluaran uang ini, termasuk dengan pembayaran proyek-proyek pemerintah,” kata Joko.

Sementara itu, hingga akhir 2017, kas keliling Bank Indonesia sudah tersedia di 28 kabupaten/kota dan tersisa 1 kabupaten yang belum melaksanakan kas keliling, yakni Kabupaten Puncak Jaya, karena alasan keamanan.

Leave a Reply