Mengerikan!!! Pemain Sepakbola Bawa Silet di Lapangan Untuk Melukai Lawan di Liga Turkey

Liputanindo.com Sebuah pertandingan sepakbola Liga Turki kemarin menjadi sorotan dunia, lantaran terjadi insiden yang menggerikan. Laga kontra Amedspor dan Sakaryaspor adalah dua tim sepak bola di Turki yang sama-sama tidak terkenal.

Tapi, pertandingan kedua tim yang berlangsung Senin (4/3/2019), tiba-tiba membuat terhenyak banyak publik pecinta sepakbola di seluruh dunia. Sayang, bukan cerita kehebatan yang membuat publik melongo dalam laga kedua tim ini. Tapi, sebuah insiden kericuhan yang dinilai di luar batas.

Dilansir Russia Today, kericuhan terjadi disebabkan salah satu pemain Amedspor, Mansur Calar dengan nomor punggung 72 membawa silet ke dalam lapangan permainan, untuk melukai pemain lawan.

Aksi kericuhan sudah terjadi bahkan sebelum laga dimulai. Setelah pemain kedua tim berbaris dan saling bersalaman untuk menunjukkan fairplay, saat itulah Mansur Calar menyerang Ferhat Yazgan yang bernomor punggung 21. Kericuhan ini bisa di lihat dari postingan akun twitter @yenisafakspor


Dia menyerang pemain Sakaryaspor, Ferhat Yazgan, dari belakang. Kemudian, Calar bahkan terlihat menyerang bagian leher Yazgan. Meski terjadi kericuhan di awal pertandingan, tapi laga kedua tim tetap berlangsung. Pertandingan itu pun berakhir dengan hasil imbang (draw) 1-1.

Selepas laga, pemain Sakaryaspor, Ferhat Yazgan, menunjukkan luka-luka goresan silet yang dia alami di Instagram.

Ferhat Yazgan menunjukkan luka-luka goresan silet
Dia juga menunjukkan cedera serupa yang dialami pemain Sakaryaspor lain. “Pemain yang melakukan ini di lapangan, aku harap kalian melihat mereka,” tulis Yazgan.

Namun Tim Amedspor sendiri melindungi pemain mereka, dan menyebut tuduhan tersebut hanya bualan untuk menjatuhkan reputasi mereka. Amedspor dan Sakaryaspor bersaing di kasta ketiga liga Turki.

Kedua tim memang dikenal punya sejarah rivalitas panjang, berkaitan dengan latar belakang perbedaan kultur dan politik dari daerah kedua tim. Tim Amedspor berasal dari daerah yang didiami mayoritas masyarakat suku Kurdi.

Sebagaimana diketahui, suku Kurdi masih berkonflik dengan pemerintahan resmi Turki sejak 1978 hingga kini. Tak jarang, guna tujuan memprovokasi, Sakaryaspor sengaja memasang video gambar operasi militer pemerintah Turki di daerah pemberontak Kurdi, saat laga berlangsung.


Hal ini dibuktikan lewat postingan klub Amedspor di akun resmi twitternya @AmedsporSK. “Sayangnya, kekerasan dan militerisme di negara kita sekarang memiliki hubungan simbiosis yang sangat kuat” tulisnya @AmedsporSK

Facebook Comments

Leave a Reply