Mengejutkan!!! Pencitraan Anies Terbongkar Lewat Pengakuan Mahesh Soal Lahan Proyek MRT

Liputan Indo Bagi orang yang hidupnya melalui pencitraan, maka sampai matinya pun akan selalu melakukan pencitraan. Tetapi orang yang hidupnya tulus dan berkerja, maka sampai kapanpun dia akan tulus dan berkerja meski akhirnya disalah artikan atau disalah pahami. Bahkan meski akhirnya harus berakhir dalam penjara.

Sementara cara membedakan orang yang suka pencitraan dan suka berkerja lihat saja dari gaya fotonya. Kalau terlalu dibuat-buat dan disesuaikan dengan jaman now, maka itu 99,99% bisa dikatakan orang yang hobi cari pencitraan. Apalagi mengecek-ngecek hasil foto dan kalau perlu diulang supaya bisa dapat foto yang lebih bagus. Sementara kalau yang berkerja, tidak peduli bagus tidaknya foto yang dihasilkan, mereka akan kerja terus.

Sesi Pemotretan Anies di Gerobak Sampah
Sesi Pemotretan Anies di Gerobak Sampah

Nah, karena itulah saat banyak yang sindir Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan tampilan-tampilannya di foto, hal itu sangat wajar. Soalnya kalau melihat gaya-gaya Gubernur Anies saat difoto tidak terlihat natural dan terlalu dibuat-buat. Entahlah apakah memang begitu cara dia menampilkan dirinya berkerja.

Karena itu, apapun yang akan dilakukannya maka orang akan curiga itu beneran ataukah itu setingan?? Ini memang kerja dia atau ini sebenarnya dia tinggal menikmati saja. Itulah mengapa saat Gubernur Anies dengan sangat heroiknya menunjukkan dirinya berhasil membuat salah satu pemilik tanah setuju menyerahkan lahannya untuk dipakai proyek Stasiun Mass Rapid Transit Fatmawati di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Anies Senang Bisa Negosiasi Dengan Mahesh

Gubernur Anies dan Wakilnya, Sandiaga saat itu dengan sangat luar biasanya meminta kepada Mahesh Lalmalani untuk melepas tanahnya demi kepentingan nasional dan kepentingan publik. Lalu dengan sebuah acara seremonial mereka bersama-sama menggunakan godam secara simbolik menghantam pagar toko Mahesh.

Dan seperti biasa, hal ini pun segera dipublishkan dalam akun Instagram dan Twitter Gubernur Anies. Lalu apa tanggapan publik?? Tentu saja semua langsung saja dengan sinis menyerang si Gubernur narsis dan alay ini. Yang paling telak adalah komentar dari akun el diablo‏ @digembok.

cuitan el diablo

“Biasa aja ah. Karena bininya Mahesh temenan sama bininya @sandiuno. Era digital coy. Gak ada yg bs disembunyiin.” cuitan el diablo

Hal ini memang bisa saja jadi indikasi bahwa ada sebuah skenario yang sedang dimainkan dalam acara seremoni tersebut. Seolah-olah ingin menunjukkan kesaktian Gubernur Anies yang berhasil bernegosiasi dengan sangat cepat dan tidak sampai sejam. Bahkan sudah ada media yang memblowup kehebatannya tersebut.

Tetapi sayangnya, pengakuan Mahesh malah menghancurkan pencitraan kesaktian negosiasi Gubernur Anies tersebut. Mahesh yang mungkin tidak tahu bahwa ini adalah sebuah aksi pencitraan, malah terbuka dengan media mengenai kronologi sebenarnya terkait penyerahan tanahnya. Mahesh mengaku bahwa dia sebenarnya sudah akan menyerahkannya kepada Djarot.

Mahesh mengaku bahwa dia sebenarnya sudah akan menyerahkan tanahnya kepada Djarot
Mahesh mengaku bahwa dia sebenarnya sudah akan menyerahkan tanahnya kepada Djarot

Mahesh mengaku malah sebenarnya dia ingin audiensi mengenai penyerahan tersebut tetapi karena ketemu yah sekalian saja diomongin disitu. Jreng, kesempatan ini pun akhirnya dipakai dengan sangat heroiknya oleh Gubernur Anies menunjukkan betapa hebatnya dia bernegosiasi dengan Mahesh. Dan terjadilah sebuah adegan ajib memukul pagar toko dengan godam bersama-sama. Bak sedang meresmikan sebuah langkah besar.

Anies dan Mahesh Memukul Pagar Toko Dengan Godam Bersama-Sama
Anies dan Mahesh Memukul Pagar Toko Dengan Godam Bersama-Sama

Kini, kehebatan itu sudah melempem tidak tersisa. Gubernur Anies ketahuan bahwa sebenarnya hal ini bukan karena kehebatannya, melainkan karena memang Mahesh tidak ketemu saja dengan Djarot. Dan sekali lagi kita ditampilkan betapa hebatnya pencitraan Gubernur narsis dan alay ini memamerkan hasil kerja Gubernur sebelumnya. Gubernur Anies memang benar-benar Etek seatellor, ajem sengerremih” (Itik yang bertelur, ayam yang mengerami).

Dia hanya menikmati saja hasil kerja orang lain dan tinggal jepret-jepret dan semua diklaim dengan gaya narsis dan alaynya sebagai hasil kerjanya. Padahal, dia hanya menikmati semua fasilitas yang sudah dibuat Gubernur sebelumnya. Siapa lagi kalau bukan Ahok, Gubernur yang terkriminalisasi.

Hal ini akan menjadi sebuah ritme dan keunikan yang akan terjadi selama pemerintahan Gubernur Anies kalau dia tidak berubah dan hanya memakai gaya kepemimpinan narsistis dan alay. Dia hanya akan dipermalukan sendiri dengan semua pencitraan dan kemasan yang dibuatnya, karena banyak orang yang sudah dicerdaskan dan diwaraskan oleh jaman Jokowi-Ahok.

 

Jadi, kalau ada lagi cerita-cerita heroik dan kehebatan Gubernur Anies, kalau itu tidak karena kerjanya, maka tunggu saja kehebatan era digital menguak itu semua. Jaman teknologi kok masih mau menipu. Pantas saja senang membodoh-bodohi dan menipu orang dengan kata-kata.

Terima kasih pak Mahesh, semoga dengan pengakuan ini, Gubernur Anies bisa lebih giat lagi berkarya, supaya dia tidak terkena sendiri pernyataannya. Etek seatellor, ajem sengerremih” (Itik yang bertelur, ayam yang mengerami).

Leave a Reply