Mengejutkan!!! 8 Fakta Ini Bantah Mitos soal Rohingya versi Netizen Myanmar

Liputan Indo Konflik Rohingya di Myanmar kembali memanas hingga beberapa Negara ASEAN. Munculnya pemberitaan soal Rohingya di Indonesia pada tahun 2015 lalu dikenal sebagai suku yang disia-siakan Myanmar.

Konflik yang terjadi di Myanmar memaksa ribuan kaum Rohingya keluar dari negara tersebut. Jatuhnya banyak korban membuat Rohingya mengungsi demi mencari tempat yang lebih aman.

Bahkan mereka bertolak sampai ke beberapa belahan dunia. Meski begitu, nasib mereka akan tetap tidak diakui karena masuk ke negara lain secara ilegal.

Sebuah unggahan milik akun Facebook Phyu Wint Yee, ia menyebutkan berbagai mitos dan fakta Rohingya yang langsung viral hingga ke beberapa Negara ASEAN.

Unggahannya telah dibagikan sebanyak lebih dari seribu kali. Phyu Wint Yee merupakan Pimpinan Eksekutif di Compassionate Hands Foundation, Myanmar. Ia tinggal di Yangon, Myanmar.

Tulisan tersebut juga diambil oleh Phyu Wint Yee dari sumber asli yang tak disebutkan olehnya. Menurut Phyu Wint Yee, inilah mitos dan fakta sebenarnya soal Rohingya.

Mitos 1: Rohingya tidak bisa menikah dan memiliki anak karena dilarang oleh pemerintah.
Fakta: Populasi Rohingya meningkat secara signifikan setiap tahunnya di Myanmar. Bahkan jumlah ini sudah melebihi warga Myanmar sendiri.

Mitos 2: Mereka terkena diskriminasi agama
Fakta: Banyak masjid yang dibangun oleh kaum Rohingya di Rakhine. Jika mereka mendapatkan diskriminasi, bagaimana bisa Rohingya memiliki banyak masjid?

Mitos 3: Mereka sangat miskin sehingga mereka tak memiliki apapun untuk dimakan.
Fakta: Mereka ingin mendapatkan uang dari organisasi atau UNHCR. Mereka memiliki banyak rumah bagus, dan Mereka memiliki banyak senjata dan roket.

Mitos 4: Rohingya bukan berasal dari Bengal (India)
Fakta: Rohingya berasal dari Bengal.
Hal ini bisa dicek lewat dialek dan cara berpakaian mereka yang lebih mirip dengan Bengal dibandingkan Burma atau Arab.
Jika mereka dari Burma, mengapa mereka tak bisa berbahasa Burma?

Mitos 5: Mereka mendapatkan perlakuan kasar dari kaum Rakhine
Fakta: Terdapat banyak kaum Rohingya di Rakhine.
Populasi mereka terus naik setiap tahunnya, sementara populasi Rakhine semakin menurun.
Jika benar mereka disakiti oleh Rakhine, seharusnya mereka melarikan diri dan bukannya bertahan di daerah tersebut.

Mitos 6: Rohingya cinta damai
Fakta: Mereka membunuh, memperkosa, dan menyakiti anak-anak di bawah umur.
Mereka bahkan membakar ribuan rumah ibadah dan membunuh ribuan penduduk Rakhine.

Mitos 7: Pemerintah seharusnya memberikan kewarganegaraan kepada Rohingya
Fakta: Pemerintah Bengal tak mengakui warga mereka sendiri.
Akhirnya, mereka diterima oleh pemerintah Burma.
Ternyata, lebih banyak imigran ilegal yang datang ke Myanmar setiap tahunnya.
Mereka sangat kasar dan agresif.
Bahkan mereka tidak berusaha untuk menghormati warga Rakhine.
Mereka kemudian berlaku selayaknya orang miskin dan cinta damai.
Bagaimana pun, pemerintah Burma tak bisa lagi menerima imigran ilegal karena mereka tak memberi manfaat untuk Myanmar.

Mitos 8: Penduduk Burma sangat membenci Rohingya karena mereka Muslim
Fakta: Banyak warga Muslim di Burma.
Penduduk Burma juga menghormati para penduduk muslim yang tak agresif.
Mereka bahkan menghormati kaum Rohingya yang datang secara legal.
Lebih lanjut, Phyu Wint Yee menyebutkan bahwa Rohingya dilatih langsung oleh bangsa Taliban dan Al-Qaeda.

Bahkan mereka membuat 30 ribu warga Rakhine kehilangan tempat tinggal mereka.
Menurut Phyu Wint Yee, tujuan Rohingya adalah membuat daerah Rakhine menjadi milik mereka. Mereka ingin menjadi penduduk asli Rakhine.

Mereka bahkan membentuk aliansi dengan Taliban dan Al-Qaeda untuk mengusir warga Rakhine. Tulisan akun Facebook di atas belum diketahui kebenarannya dan murni pemikiran pemilik akun.

Sumber : tribunnews

Leave a Reply