Mengapa Jokowi Minta BUMN Jual Proyek,,,?

Liputan Indo Presiden Jokowi memerintahkan BUMN untuk mengubah pola pikir bisnisnya. Sebagai salah satu agen pembangunan, BUMN seharusnya memiliki sebuah nilai strategis dalam menciptakan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Maka demikian, Presiden Jokowi meminta BUMN untuk tidak mengelola seluruh proyek yang selama ini dikerjakannya. Namun proyek tersebut justru diperintahkan untuk segera dijual setelah selesai dibangun.

“‎Saya sudah perintahkan ke BUMN, kalau sudah bangun tol, sudah jadi, segera itu dijual. Sekuritisasi, untuk misalnya bangun habis Rp 10 triliun, dijual jadi Rp 30 t‎riliun,” kata Jokowi dalam Musrenbangnas 2017 di Menara Bidakara, Jakarta, Rabu 26 April dinihari.

Dengan pola pikir seperti itu, maka BUMN bisa membangun sejumlah proyek strategis nasional lainnya‎. Jokowi menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur saat ini sangat diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lain.

‎”Dulu BUMN kita senangnya mengelola sendiri, kalau sudah bangun terus dimiliki, setiap bulan dapat income, sistem itu sudah ketinggalan zaman,” tegas Jokowi.

Dalam masa kepemimpinan Jokowi, dia mengaku butuh dana mencapai Rp 5.500 triliun hanya untuk membangun infrastruktur di negeri ini. Namun dari dana itu, hanya sekitar 30 persen atau Rp 1.500 triliun yang bisa dipenuhi oleh pemerintah.

Untuk itu, kecepatan BUMN dalam bekerja, ditambah berkolaborasi dengan beberapa perusahaan multinasional, mampu mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Tidak ada jalan lain kecuali investasi, mendapatkan investor, tidak ada jalan lain,” ungkap Jokowi.

Leave a Reply