Menegangkan!!! Tentara Myanmar Kocar Kacir, di Kejar Pasukan Khusus Pengawal Ibu Negara Turki

Liputan Indo Ada kejadian menegangkan saat istri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emine Erdogan, menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Muslim Rohingya saat berkunjung ke kamp dekat perbatasan Myanmar, Kamis (7/9) lalu.

Sekelompok pengungsi Rohingya yang baru sampai di tempat pengungsian melaporkan ada sekelompok orang bersenjata api yang masih mengikuti mereka. Kuat dugaan, kelompok tersebut merupakan tentara Myanmar dibantu biksu pengikut Wirathu.

Mendengar laporan tersebut, pasukan khusus pengawal Emine Erdogan langsung mengambil tindakan. Karena dikhawatirkan bisa mengancam nyawa istri Presiden Erdogan, 3 personil pasukan khusus yang salah satunya seorang wanita itu langsung menyisir lokasi sekitar.

Dibantu beberapa personel polisi Bangladesh, pasukan pengawal yang memang dibekali keahlian khusus ini berhasil mengidentifikasi lokasi musuh. Tembak menembak tak terelakkan. Militer Myanmar dan para biksu yang tidak menyangka akan mendapat serangan mendadak, langsung kocar-kacir menyelamatkan diri.

Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden yang menegangkan ini.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke kamp pengungsi di Katupalong, Emine Erdogan juga didampingi oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan putra Erdogan, Bilal.

Emine mengaku terenyuh melihat kondisi pengungsi Rohingya di kamp tersebut. “Tidak mungkin tidak tersentuh oleh hal ini sebagai manusia,” ungkapnya seperti dilaporkan laman Anadolu Agency.

Emine Erdogan Sedih Lihat Kondisi Rohingya

Menurut Emine, saat ini dunia Internasional perlu untuk segera menemukan solusi guna menyelesaikan krisis Rohingya. “Saya berharap dunia memikirkan hal ini dan membantu mereka (pengungsi Rohingya) dengan dua bantuan, yakni bantuan kemanusiaan dan politik,” ujar dia.

Cavusoglu sebelumnya telah menegaskan bahwa Turki akan berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan krisis Rohingya. “Kami berusaha menghentikan (krisis) ini. Kami akan mengadakan pertemuan di Astana dengan dunia Islam dan akan mengadakan pertemuan lagi di New York, semoga menemukan solusi permanen untuk masalah ini di Rakhine,” katanya.

Komitmen serupa juga telah dinyatakan Erdogan. Ia berjanji akan menyuarakan tentang penderitaan Muslim Rohingya di Majelis Umum PBB pada 19 September 2017 mendatang.

Pada Selasa (5/9), Myanmar mengizinkan dan memberikan akses kepada Badan Koordinasi dan Bantuan Turki untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Rohingya. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Turki dengan memberikan 1.000 ton bantuan kemanusiaan.

Menurut badan pengungsi PBB UNHCR, setidaknya 164 ribu Rohingya telah melintasi perbatasan Myanmar menuju Bangladesh sejak pecahnya kekerasan pada 25 Agustus lalu. UNHCR mengaku, selain bantuan kemanusiaan, dibutuhkan pula lahan yang memadai untuk menampung seluruh pengungsi Rohingya. Sebab kamp-kamp di zona perbatasan sudah sesak dan tak memadai lagi.

Leave a Reply