Malu Punya Bayi Hasil Hubungan Gelap, Oknum Guru Honorer Tega Membunuh Bayinya Sendiri

Liputanindo.comBayi perempuan tak berdosa yang baru lahir di Magelang langsung di bunuh ibu kandungnya sendiri yang berprofesi sebagai guru honorer di Magelang.

Guru honorer ini diduga membunuh bayi yang baru dilahirkannya lantaran merasa malu bayi itu hasil hubungan gelapnya dengan seorang pemuda.

Diduga karena merasa malu telah melahirkan bayi dari hasil hubungan gelap, oknum guru honorer tersebut menghabisi atau membunuh bayinya setelah dilahirkan.

Polisi yang mengendus perbuatan ini pun akhirnya menemukan kuburan bayi itu di kebun bambu belakang rumah, lalu membongkar makam bayi tersebut untuk autopsi.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan oleh polisi, guru honorer bernama MR (26), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, itu akhirnya mengakui perbuatannya.

MR akhirnya mengaku telah melahirkan bayi pada Minggu (24/3/2019), sekitar pukul 01.00 WIB. Pada keesokan harinya, Senin (25/3/2019) siang, sepulang dari pelaku mengajar, dia memakamkan bayinya di kebun bambu di belakang rumahnya.

 

Guru Honorer di Magelang Kubur Bayinya Dengan Cangkul dan Sekop

Dengan beralatkan cangkul dan cethok, ia mengubur bayinya di liang sedalam 50 sentimeter. Bayi sudah keadaan meninggal dunia.

“Sepulang dari mengajar, pelaku memakamkan bayinya di kebun bambu belakang rumahnya dengan menggunakan cangkul dan cethok. Dia mengubur sendiri dengan kedalaman 50 cm,” kata Eko.

Berdasarkan informasi, oknum guru honorer, MR (26), itu tega membunuh bayi perempuan yang baru dilahirkannya dengan cara dibekap hingga meninggal dunia, lalu dikuburkan di kebun bambu di belakang rumahnya. Bayi tersebut diduga hasil dari hubungan gelap pelaku dengan seorang pria.

Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat bahwa terdapat penguburan bayi di Desa Tanjungsari, Windusari.

Dikatakan Eko, pelaku tega menghabisi nyawa darah dagingnya sendiri dan menguburnya di kebun belakang rumah, lantaran malu karena bayi tersebut lahir dari hubungan gelap pelaku dengan seorang pria.

Pria tersebut saat ini masih dicari tahu identitasnya oleh petugas kepolisian.

“Pelaku ini malu karena bayi itu hasil dari hubungan gelap, sampai ia tega melakukan kejahatan tersebut. Sementara itu saat lahir ada upaya kekerasan. Hasil autopsi Polda, bayi dibekap dengan tangan. Kami masih cari tahu hubungan gelap pelaku dengan siapa,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *