Mahasiswa AS Dibebaskan dari Korut Dalam Keadaan Koma Telah Meninggal

Liputan Indo Belakangan ini sejumlah media asing tengah banyak memperbincangkan sosok Mahasiswa asal Amerika Serikat, Otto Warmbier. Mahasiswa 22 tahun ini sempat ditahan sejak tahun sejak 2016 lalu di Korea Utara (Korut) hingga akhirnya dipulangkan dalam keadaan koma.

Setelah seminggu dievakuasi dari Korut ke AS, pemuda berusia 22 tahun itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Ohio, Amerika Serikat. Otto dinyatakan meninggal dunia pada Senin (19/6), usai didiagnosa mengalami kerusakan otak parah.

Sejak Otto dipulangkan ke AS pekan lalu. Sejak itu juga dia belum pernah berbicara atau menggerakkan tubuhnya dengan cara apa pun, hingga ajal menjemput.

Kematian Otto tak luput meninggalkan duka yang mendalam bagi pihak keluarganya. Sang ayah meyakini jika putranya telah mengalami penyiksaan yang mengerikan hingga membuatnya dalam keadaan koma.

“Kami sangat yakin jika putra kami telah mengalami pelecehan yang mengerikan dan traumatis. Tidak ada hal lain yang mungkin terjadi, setelah melihat keadaan saat di pulangkan dari Korut” ujar pihak keluarga.

Sebelumnya, pihak Korut sendiri sempat mengatakan jika Otto mengalami koma lantaran menderita sebuah penyakit langka yang bernama botulisme dan diberi pil tidur. Namun, berdasarkan diagnosa tim medis AS mereka tidak menemukan adanya infeksi botulisme.

Apa itu botulisme?

Botulisme adalah sebuah kondisi serius yang terjadi karena orang tersebut keracunan dari bakteri Clostridium botulinum. Racun tersebut akan menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini termasuk langka dan tidak menular.

Kondisi botulisme sendiri terdiri dari tiga jenis yakni:

– Botulisme makanan
Bakteri berbahaya ini berkembang pada makanan pada area yang sedikit oksigen seperti makanan kaleng.

– Botulisme luka
Kondisi ini terjadi ketika bakteri mengeluarkan racun di dalam luka.

– Botulisme bayi
Ini adalah botulisme yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika di usus bayi ada spora bakteri Clostridium botulinum. Kondisi ini umum terjadi ketika bayi berusia dua sampai delapan bulan.

Gejala pada tiap jenis botulisme ini berbeda-beda, tapi ketiganya sama-sama membuat penderita mengalami kelumpuhan (paralysis). Penderita juga mengalami sulit menelan atau berbicara, wajah lumpuh di salah satu sisi atau semua, penglihatan kabur dan kelopak mata menurun.

Dokter mengatakan Otto kehilangan jaringan yang parah di semua bagian otaknya, namun ia tidak menunjukkan trauma fisik. Diduga hal tersebut karena adanya gangguan pada kardiopulmoner yang memotong suplai darah ke otak.

Sementara itu, Otto sendiri dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa setelah ia mengakui perbuatannya mencuri spanduk propaganda dari sebuah hotel di Pyongyang.

 

Leave a Reply