Kue Miniatur Ahok dan Ikan Nemo Sebagai Rasa Terima Kasih Dari Warga Jakarta

 

Liputan Indo Banyak warga Jakarta datang ke Balai Kota dan melakukan berbagai macam cara untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Mulai dari karangan bunga yang berjajar dan memenuhi Balai Kota, hingga kue cake untuk pasangan Ahok-Djarot.

 

 

Beberapa warga Jakarta sempat mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan pak Ahok di Balai Kota. Bila biasanya Ahok menemui warga di pendopo Balai Kota, hari ini Ahok harus menemui warga yang ingin mengadu di dalam Balai Kota, lantaran padatnya warga yang sedang menunggu di sana.

Yang unik, saat satu keluarga mendapat kesempatan bertemu Ahok, mereka memberikan kue dengan miniatur Ahok-Djarot di atasnya. Tak lupa ada ikan-ikan kecil dari film Finding Nemo yang ada di sekitar miniatur Ahok-Djarot.

Sebelumnya, saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi, Ahok menceritakan tentang cuplikan film ‘Finding Nemo’ yang sempat ditontonnya bersama anak-anak TK di Balai Kota. Lewat film itu, Ahok menyebut pentingnya keteguhan hati meski harus melawan arus. Cerita itu disampaikan Ahok ketika membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang lanjutan di auditorium Kementerian Pertanian.

Awalnya, Ahok ditanya anak-anak TK itu tentang alasannya melawan semua orang dan melawan arus. Ahok, yang awalnya bingung, lalu mengajak anak-anak itu menonton cuplikan film ‘Finding Nemo’ ketika banyak ikan terjebak jaring nelayan.

Ahok menyebut saat itu ikan Nemo, yang merupakan tokoh dalam film itu, mengajak ikan-ikan yang terjaring berenang ke arah bawah. Namun ajakan Nemo itu awalnya tidak dipedulikan ikan-ikan yang terjebak jaring tersebut.

Ayah Nemo saat itu khawatir anaknya malah ikut terangkat jaring. Namun Nemo memastikan dia ingin ikan-ikan lain mengikutinya berenang ke bawah melawan arus agar terbebas dari jaring.

Nemo yang tahu, Nemo minta berenang berlawanan arah, kira-kira orang nurut nggak? Nggak nurut awalnya,” ucap Ahok ketika membacakan pleidoi dalam sidang di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan.

Akhirnya, ikan-ikan itu menuruti kemauan Nemo untuk berenang ke bawah dan terbebas dari jaring nelayan. Cerita itu pun dijadikan Ahok sebagai inspirasi sekaligus menjawab pertanyaan anak-anak TK tersebut.

“Lalu begitu terlepas, ada nggak ikan yang berterima kasih ke Nemo yang terkapar pingsan? Tidak ada,” kata Ahok.

“Jadi inilah yang harus kita lakukan, sekalipun kita melawan arus semua, melawan semua orang berbeda arah, kita harus tetap teguh. Semua tidak jujur, nggak apa-apa, asal kita sendiri jujur. Mungkin setelah itu tidak ada yang terima kasih sama kita, kita tidak peduli karena Tuhan yang menghitung untuk kita, bukan orang,” tutur Ahok.

“Banyak orang tanya ke saya, kamu siapa, saya bilang saya hanya seekor ikan kecil Nemo di tengah Jakarta. Ini pelajaran untuk kita, lalu disambut tepuk tangan anak-anak, sambutan anak-anak kecil memberikan saya penghiburan dan kekuatan baru, melawan arus menyatakan kebenaran,” Ahok menjelaskan.

Leave a Reply