KPK Sudah Tetapkan Bupati Kutai Kartanegara Sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi

Liputan Indo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah resmi menetapkan Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi. Rita diduga menerima gratifikasi dari PT Media Bangun Bersama, sehingga komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin juga di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Penetapan tersangka terungkap setelah dilakukan penggeledahan delapan orang penyidik KPK di kantor Pemda Kutai Kartanegara. Rita diduga telah melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Wakil Ketua KPK Laode Syarif menegaskan status Rita sebagai tersangka. Dia menyebut penetapan status tersangka kepada Rita merupakan hasil dari pengembangan kasus lama.

“Ya dia ditetapkan tersangka tapi detailnya nanti diketahui tapi itu pengembangan kasus bukan OTT,” kata Laode di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Laode menegaskan bahwa pengungkapan kasus Rita bukan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT). Meski demikian, dia belum mau menjelaskan kasus yang menjerat Rita. Detil kasus akan disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Ya kasus yang sudah dikembangkan penyelidikan penyidikan biasa,” terangnya.

Sebelumnya, tim KPK sudah menggeledah kantor Bupati Kutai Kartanegara di Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong, Kalimantan Timur. Belum diketahui jelas kasus yang sedang diselidiki tim anti rasuah ini. Namun kabar beredar, terkait kasus dana bantuan sosial.

Keterangan diperoleh, tim KPK tiba di kompleks Kantor Bupati, mulai pukul 09.00 Wita pagi tadi. Kedatangan petugas KPK sekitar 10 orang, didampingi personel Brimob Polda Kaltim bersenjata itu, bikin kaget seluruh pegawai.

Sejumlah pegawai di Sekretariat Kabupaten, diminta untuk tidak keluar ruangan, saat KPK hendak masuk ke ruangan. Sebagian lagi, diperkenankan keluar dari ruangan.

Sederetan ruangan di Setkab Kutai Kartanegara yang digeledah adalah ruang bagian keuangan, ruang bagian hukum, hingga ruang Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

“Benar, di ruangan Setkab digeledah KPK,” kata seorang sumber di kantor Bupati Kutai Kartanegara, Selasa (26/9).

Leave a Reply