Kini Seluruh Elite Politik Berebut Kursi Ketua MPR RI Setelah Pilpres Berakhir

Liputanindo.com – Pemilihan presiden di Pilpres 2019 telah berlalu yang di menangkan oleh Pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden KH Ma’ruf Amin untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan 2019-2024.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf pun akan resmi dilantik MPR RI pada Oktober 2019 mendatang.

Namun setelah Pilpres berlalu, kini para elite partai politik mulai rebutan kursi bergengsi ketua MPR RI (Majelis Permusyaratan Rakyat) Republik Indonesia.

Sejumlah partai papan atas seperti PDIP, Gerindra, Golkar, dan PKB bahkan ‘ngotot’ mengusulkan kadernya duduk sebagai ketua MPR RI. Partai menengah pun tak kalah sengit. Sebut saja Demokrat, Nasdem dan PPP yang juga mengincar kursi ketua MPR RI.

Beda dengan kursi ketua DPR RI, jabatan ketua MPR menarik diperebutkan karena semua partai berpeluang mendapatkannya. Seperti diketahui, bisa dipastikan kursi ketua DPR RI tahun ini jatah PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019. Meski demikian PDI Perjuangan juga masih tertarik menggaet kursi ketua MPR.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai, dengan menjadi Ketua MPR, PDIP bisa mengembalikan watak dan kepribadian bangsa.

“Ya semuanya kan dalam satu konsepsi kerja sama. Bahwa idealnya karena PDIP punya agenda untuk melakukan sebuah upaya mengembalikan sistem politik kita agar sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa,” kata Hasto Kristiyanto saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Hasto mengatakan, MPR memiliki tugas penting dalam menentukan haluan negara. Selain itu, MPR mempunyai kewenangan terhadap penataan sistem politik dan ekonomi.

“Misalnya bagaimana MPR mempunyai kewenangan dalam menetapkan haluan negara, penataan sistem politik, sistem ekonomi,” ucap Hasto.

Menurut Hasto, saat ini partai tengah mendiskusikan peluang PDIP menjadi pemimpin MPR.

Jabatan Ketua MPR RI Juga Diincar Gerindra

Sodik Mudjahid Menilai Kursi MPR RI Lebih Cocok Diduduki Oleh Gerindra

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan bahwa komposisi terbaik pimpinan lembaga negara nanti yakni Ketua DPR dari PDI Perjuangan dan ketua MPR dari dari Gerindra.

“Ketua MPR (dari) Gerindra, Ketua DPR (dari) PDIP, Presidennya Joko Widodo,” kata Sodik melalui pesan tertulisnya, Jumat (19/7/2019).

Komposisi tersebut kata Sodik, tanpa harus menunggu peta koalisi oposisi dan koalisi di pemerintahan nantinya. Karena menurutnya rakyat dan bangsa Indonesia sudah memahami Bagaimana posisi PDIP serta Gerindra dalam pileg dan pilpres 2019.

Ketum PKB Juga Tertarik Menjabat Ketua MPR RI

Ketum PKB Juga Tertarik Menjabat Ketua MPR RI

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku lebih tertarik menjabat ketua MPR RI ketimbang menjadi menteri pada kabinet pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin mendatang. Alasannya, Cak Imin sudah pernah menjabat sebagai menteri.

“Saya terus terang ingin di MPR, (menjadi) menteri sudah pernah dan sudah cukuplah saya mengabdi di eksekutif, gantian saya biar di legislatif,” ujar mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, Selasa (9/7/2019).

Muhaimin, yang menjabat wakil ketua MPR sejak Maret 2018, pernah menjadi menteri tenaga kerja dan transmigrasi pada kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono 2014-2009.

Respon Ketua Umum Partai Golkar

Respon Ketua Umum Partai Golkar

Partai Golkar menempati posisi ketiga hasil suara Pileg 2019 dengan raihan 12,31 persen suara nasional. “Kan bisa jawab sendiri,” ucap Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dia melanjutkan jika komunikasi telah dibangun untuk memilih paket pimpinan MPR dengan parpol koalisi, termasuk PKB. Namun, dia kembali menegaskan posisi tawar di parlemen tergantung perolehan kursi.

“Di parlemen kan tergantung kursi,” tuturnya.

Facebook Comments

Leave a Reply