Ketua Geng Motor Bekasi Tewas di Hajar Massa

Liputan Indo Seorang pemuda yang diduga salah satu ketua geng motor di Kota Bekasi, Jawa Barat, tewas di hajar massa. Pelaku yang diketahui bernama Ajay (20) ini dihajar massa setelah melukai kakak beradik yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, AKP Yusron, menjelaskan peristiwa ini bermula saat kedua korban, Arjuna Pratama (24) dan Gagah Pratama (21), tengah melintas di Jalan Ir H Juanda, atau depan toko Bodi dan Cat Mitsubishi, Bekasi Timur, Rabu, 12 Juli kemarin.

Namun dari arah belakang, tiba-tiba datang segerombolan pemuda sebanyak 6 orang dengan mengendarai dua unit sepeda motor. Para bandit jalanan itu lalu menyenggol kendaraan korban hingga terjatuh.

“Berawal dari korban yang kakak beradik mau ke arah Tambun. Tiba-tiba dari arah belakang, motor pelaku menyenggol korban,” kata Yusron.

Saat terjatuh, pelaku yang berjumlah enam orang itu langsung menganiaya korban hingga babak belur. Korban sempat melawan dan melakukan duel dengan geng tersebut. Namun karena kalah jumlah, kendaraan korban jenis Suzuki Satria Fu, bernopol B 3094 FJW, berhasil dibawa kabur pelaku.

“Waktu perkelahian itu, warga juga datang ramai-ramai bergerombol dan mencoba melerai. Namun, mereka langsung kabur dan bawa motor saya,” kata Arjuna.

Tak terima motornya digondol para bandit, Arjuna yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online berupaya meminta pertolongan kepada rekan-rekan seprofesinya. Para pengemudi ojek online itu kemudian melakukan sweeping di sekitar TKP.

Sweeping itu membuahkan hasil. Tak lama dari kejadian, para driver ojek online mendapatkan pelaku tengah memarkirkan kendaraan korban di sebuah minimarket, Lampung Kobak, Tambun.

“Kita dapati para pelaku lagi nongkrong di situ. Ada enam orang, dua di antaranya cewek masih ABG,” ucap dia.

Alhasil, kawanan driver online langsung mengepung tempat tersebut. Pelaku bernama Ajay, warga Papan Mas, Tambun Selatan, tak berhasil melarikan diri. Dia pun jadi bulan-bulanan warga yang kesal akan ulah mereka.

“Satu orang pelaku dikeroyok massa sampai tidak sadarkan diri. Usai dikeroyok pelaku diserahkan ke Polsek Tambun. Namun, karena TKP berada di Kota Bekasi, pelaku akhirnya diserahkan ke Polsek Bekasi Timur. Melihat kondisi pelaku yang babak belur, petugas mengeceknya, ternyata kondisinya memprihatinkan, sehingga pelaku dilarikan ke RS Kramat Jati. Namun dalam perjalanan pelaku sudah tidak bernyawa,” jelas Yusron.

Sementara itu, kedua korban juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok para begal. Adik dan kakak itu kini dalam perawatan RS karena luka pada bibir dan kepala.

“Kendaraan korban berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Sementara untuk para pelaku yang kabur masih dalam pengejaran. Kita pun telah mengantongi identitas lima orang lainnya. Bila tertangkap akan dikenai sangkaan Pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan,” tegas Yusron.

Leave a Reply