oleh

Kampanye Kreatif Jokowi-Maaruf Dengan Video Ala Keluarga Khong Guan Viral di Medsos, Begini Faktanya!

Viral Calon Presiden RI nomor urut 01, Jokowi, mengajak rivalnya, Prabowo Subianto, untuk berkontestasi secara sehat di Pilpres 2019. “Di kontestasi politik ini mari kita beradu program, beradu gagasan, beradu ide. Berkontestasi dengan beradu rekam jejak dan adu prestasi,” kata Jokowi, seusai pengambilan nomor urut di Kantor KPU, Jakarta.

Jokowi juga mengajak agar dalam kampanye tidak ada yang saling memfitnah, menghina, mencemooh, dan saling menjelekkan.

Lantaran menurut Jokowi, hal tersebut bukanlah nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Jokowi juga mengingatkan, jangan sampai kontestasi politik dalam Pilpres 2019 merusak silahturahmi antar anak bangsa.

Sementara itu, juru bicara pasangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, pihaknya akan membangun narasi kampanye yang menggembirakan.

Dahnil mengatakan, kampanye akan menjadi ruang adu ide dan gagasan. “Ruang adu ide, adu gagasan, enggak perlu baperan. Kira-kira begitu,” kata Dahnil di kediaman Prabowo, kawasan Kertanegara, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Kini telah memasuki masa kampanye Pilpres 2019, para tim sukses mulai mengkampanyekan kandidat pilihannya dengan kreatif, sesuai imbauan Presiden Jokowi. Nah, baru-baru ini, sebuah video kreatif membahas capaian Presiden Jokowi mendadak viral di Twitter dan facebook.

Akun @MurtadhaOne mengunggah video menjelaskan hasil kerja dari pemerintahan Presiden Jokowi yang dikemas secara unik, Senin (24/9/2019).

Video berdurasi 1 menit 51 detik itu menceritakan alasan kenapa ayah dari gambar kaleng biskuit Khong Guan yang tidak pernah muncul di kaleng tersebut. Video tersebut sudah ditonton 189.000 kali.

“Terkuak!!! Kenapa selama ini tak terlihat sosok ayah di keluarga Khong Guan Simak Pengakuan Sang Ibu Kpd Anak2nya #JokowiLagi,” tulis @MurtadhaOne.

Dalam video tersebut ada seorang ibu dengan kedua anaknya sedang berada di meja makan. Si ibu yang berambut model jadul mengenakan kaos putih. Sedangkan anak laki-lakinya memakai jaket merah, lalu anak perempuan mengenakan jaket kuning mirip gambar yang terdapat dalam kaleng Khong Guan.

Si anak mengungkapkan keresahannya dan malu sama netizen yang selalu tanya keberadaan ayah yang tak pernah kelihatan, namun mereka selalu bisa makan enak.

Lalu si ibu ingin menjelaskan alasan kenapa si Ayah tak pernah kelihatan, namun si ibu takut dibilang kampanye. Dalam video tersebut, ibu menjelaskan bahwa si ayah tidak menganggur. Lantaran ayah mereka sedang bekerja karena pemerintah berhasil menurunkan angka pengangguran hingga 5,13 persen.

Selain itu, pemerintah berhasil menekan angka kemiskinan hingga 1 digit, terendah dalam republik selama ini.

Video tersebut tidak hanya di-posting oleh akun @MurtadhaOne. Akun @MarikaRahman_ dan @habibthink juga mengunggah video serupa, dan sama-sama viral.

Mengenai kebenaran data yang disampaikan si ibu dalam video, begini faktanya.

Data tersebut tampaknya mengacu pada data Badan Pusat Statistik yang dirilis Februari 2018 lalu. Dalam setahun terakhir, BPS mencatat pengangguran berkurang 140.000 orang. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 5,13 persen.

Sedangkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding Februari 2017.

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20 persen, meningkat 0,18 persen poin. Adapun penduduk yang bekerja sebanyak 127,07 juta orang, bertambah 2,53 juta orang dibanding Februari 2017. Dari 127,07 juta orang yang bekerja, sebesar 7,64 persen adalah setengah menganggur dan 23,83 persen pekerja paruh waktu.

Dalam setahun terakhir, setengah penganggur dan pekerja paruh waktu naik masing-masing sebesar 0,02 persen poin dan 1,31 persen poin. Kemudian, ibu tersebut menyatakan bahwa pemerintah juga berhasil menekan angka kemiskinan hingga 1 digit.

Hal tersebut benar, karena pertama kalinya sepanjang sejarah, angka kemiskinan Indonesia per Maret 2018 adalah 9,82 persen. Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani pun menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia.

Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, angka kemiskinan Indonesia tak pernah di bawah 10, terendah sejak 1999. Dengan persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu September 2017, persentase kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed