Kalapas Nusakambangan Klarifikasi Terkait Viralnya Seorang Napi Pesan Ojek Online untuk Kabur

Liputanindo.com Sejumlah tangkapan layar yang menunjukkan seorang driver ojol menerima orderan seorang napi untuk membantu kabur dari rutan viral di media sosial.

Foto-foto tersebut diunggah akun Facebook Soni Failani pada grup Facebook Paguyuban Driver Online Cilacap (DOC).

Dalam postingan tersebut memperlihatkan driver ojol dengan customer yang diduga seorang narapidana di LP Nusakambangan. Isi percakapan tersebut, sang customer meminta tolong driver ojol untuk menjemputnya di LP Nusakambangan.

Diduga hendak kabur, customer yang seolah-olah mengindikasikan seorang napi itu pun meminta untuk dibawakan baju ganti. Tak main-main, dia bahkan menjanjikan bayaran besar untuk sang driver ojol.

Berikut isi percakapan driver ojol dari customer yang menggunakan id bernama Aris:

Driver : Sore, nunggu di mana ya mas
Pemesan : Mas kenapa ya bolak balik dicancel, Saya di Nusakambangan. Mau kabur bisa bantu nggak mas. Sekalian bawain baju biasa. Ntar saya ganti
Driver : Mau renang apa mas ke daratnya
Pemesan : Ya dibawain baju maksudnya. Saya butuh baju biasa
Driver : Ini ojek motor mas bukan ojek kapal
Pemesan : Ntar saya bayar gede mas
Driver : Hati-hati mas mbok dimakan buaya, lagi berkeliaran buayanya
Pemesan : Malah nakut-nakutin orang saya mau kabur

Terkait viralnya hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakat (Kalapas) Batu Nusakambagan memberikan klarifikasi. Kepala Lembaga Pemasyarakat (Kalapas) Batu Nusakambagan Erwedi Supriyatno membantah kebenaran kabar tersebut.

Hal tersebut dipastikan Erwedi karena pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah mengetahui kabar tersebut.

“Sekitar beberapa hari lalu begitu saya mendengar ada chat antara ojol dan yang mengatasnamakan napi, saya langsung cek semua lapas. Ternyata tidak ada sama sekali napi (yang order ojol),” kata Erwedi melalui pesan singkat, Sabtu (1/6/2019).

Erwedi menduga customer yang seolah-olah seorang napi itu pun hanya tindakan dari orang iseng.

“Masa ada napi mau kabur ngomong dan naik ojol. Ojol kan dilarang menyeberang ke NK (Nusakambangan), itu peraturan kami, jadi nggak mungkin bisa. Mungkin hanya orang iseng aja,” jelas Erwedi.

Facebook Comments

Leave a Reply