Janji Manis Tinggal Kenangan, Anies Berencana Menertibkan Bangunan

Liputan Indo Banjir yang melanda beberapa titik di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada Minggu (12/11/2017) malam dan Senin (13/11/2017) membuat Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mulai frustrasi menghadapi banjir.

Selain masalah banjir, Anies juga mulai lupa akan janjinya saat kampanye soal menertibkan bangunan. Lantaran kini Anies mulai berencana menertibkan bangunan yang menghambat normalisasi Kali di Jakarta.

Padahal dalam janji kampanyenya, Anies berjanji tak akan ada penggusuran lagi di Jakarta jika dirinya yang menjabat sebagai Gubernur.

Namun kemarin Anies menyampaikan rencana menertibkan bangunan saat rapat pimpinan (rapim) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balaikota Jakarta, Senin (13/11/2017).

Dalam laporan yang masuk, Anies menemukan Kali Ciliwung di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, mengalami penyempitan.

Anies Berencana Menertibkan Bangunan Liar
Anies Berencana Menertibkan Bangunan Liar

Anies mengatakan bahwa sebelumnya Kali itu tadinya memiliki lebar 10 meter, kini hanya 2 meter lantaran diserobot rumah mewah warga.

“Sudah jelas itu memicu banjir. Itu di wilayah sekitar Selatan Pejaten. Itu hampir semuanya (jadi) pemukiman warga,” ujar Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Anies pun telah menanyakan status pemukiman warga itu ke Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi apakah pemukiman warga yang memakan aliran sungai itu memiliki Izin Mendirikan Bangunan atau tidak. Namun, Tri belum bisa memastikan status bangunan yang dimaksud Anies.

“Ketika saya tanya pada semuanya, belum ada jawaban. Apakah ada IMB atau tidak, apakah dibangun sesuai aturan atau tidak. Ditanya juga kenapa nggak diawasin selama ini,” kata Anies.

Anies mengungkapkan, pemerintah DKI memiliki masalah baru setelah bangunan warga berdiri di tempat yang bukan seharusnya. Selanjutnya ia menanyakan kerja pejabat DKI sebelumnya.

“Setelah muncul (bangunan liar), ini lebih rumit. Apa yang dikerjakan kalau hanya membiarkan, begitu ada rencana pembangunan harus dihentikan, karena jelas-jelas itu wilayah yang nggak boleh ada bangunannya,” kata Anies.

Seluruh bangunan yang melanggar di Jakarta, kata Anies, harus ditertibkan. Ia khawatir dengan penyempitan aliran sungai akan berdampak pada banjir di Ibu Kota Jakarta. “Kalau melanggar harus ditertibkan dong,” tegas Anies.

Anies tidak menjelaskan apakah warga yang ditertibkan akan direlokasi dan mendapat jaminan rumah susun atau tidak. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pernyataannya sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat debat kandidat lalu, dirinya sendiri yang memastikan takkan melanjutkan kebijakan penggusuran untuk menertibkan kawasan sungai dan permukiman kumuh di Jakarta.

Anies mengaku bakal melakukan kebijakan yang lebih persuasif untuk menanggulangi menertibkan sungai dan permukiman warga kumuh.

Dalam waktu dekat Anies memastikan akan menggelar rapat pimpinan terbatas (rapimtas) khusus membahas normalisasi sungai. Tujuannya mencari solusi di tiap wilayah yang saat ini mengalami kendala normalisasi sungai.

“Kami buatkan solusi di tiap-tiap wilayah yang hari ini mengalami kendala dalam normalisasi sungai,” ujar Anies.

Leave a Reply