Gara-gara Karikatur Rizieq, FPI dan LPI Menggelar Aksi di Kantor Tempo Hari Ini

Liputan Indo Laskar Pembela Islam (LPI) yang merupakan sayap dari Front Pembela Islam (FPI) berencana menggelar aksi di depan kantor Majalah Tempo, Jakarta, pada Jumat siang (16/3). Aksi itu dilakukan karena FPI merasa Tempo telah melecehkan imam besar mereka, Rizieq Shihab melalui karikatur dalam Majalah Tempo edisi 26 Februari lalu.

Komandan LPI Maman Suryadi mengatakan pihaknya berencana menduduki kantor Majalah Tempo. Hal itu dinilai perlu dilakukan bilamana pemimpin redaksi Majalah Tempo tidak mau menemui perwakilan peserta aksi untuk menjelaskan maksud karikatur. “Kita duduki,” kata Maman selaku Komandan LPI melalui pesan singkat, kemarin malam.

Maman mengklaim peserta aksi akan mencapai ribuan orang. Mereka yang akan turun ke jalan berasal dari anggota LPI, FPI, dan sejumlah ormas Islam lain serta masyarakat yang ingin ikut serta. “500 sampai 1000-an jemaah,” tutur Maman.

Anggota LPI, FPI, dan Sejumlah Ormas Islam Menggelar Aksi di Kantor Tempo
Anggota LPI, FPI, dan Sejumlah Ormas Islam Menggelar Aksi di Kantor Tempo

Terpisah, Imam DPD FPI Jakarta Muhsin Alatas mengatakan peserta aksi bakal berkumpul terlebih dulu di Markas FPI di bilangan Petamburan, Jakarta sebelum bergerak menuju kantor Majalah Tempo. Namun, ada juga peserta yang langsung menuju lokasi.

“Kita juga sudah beritahu rencana aksi ke Polda (Metro Jaya),” kata Muhsin melalui sambungan telepon.

Aksi, lanjut Muhsin, akan menuntut dua hal. Pertama, meminta pemimpin redaksi Majalah Tempo agar memberi penjelasan terkait karikatur yang bernada melecehkan imam besar mereka, Habib Rizieq Shihab.

“Maksudnya apa itu, dengan kata-kata begitu dan disandingkan dengan perempuan. Harus bertanggung jawab menjelaskan itu,” kata Muhsin.

Tuntutan kedua, pemimpin redaksi Majalah Tempo harus meminta maaf dan mengakui telah berbuat salah karena memuat karikatur bernada melecehkan Rizieq. Permintaan maaf harus dipublikasikan dalam satu halaman di majalah Tempo.

Pemimpin redaksi Majalah Tempo juga mesti membuat surat pernyataan berisi pengakuan telah berbuat salah. Surat pernyataan tersebut, kata Muhsin, wajib ditandatangani di atas materai Rp6 ribu.

“Kalau tetap tidak mau minta maaf, kami tunggu 24 jam atau kami akan membuat aksi yang lebih besar. Kami minta dimuat satu halaman penuh. Permintaan maaf dan penjelasannya,” kata Muhsin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan FPI telah memberikan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian terkait aksi. “Surat pemberitahuan sudah ada,” kata Argo saat dikonfirmasi.

Dari segi pengamanan, Argo menyebut akan mengamankan jalur di sekitar Palmerah. Mengenai jumlah personil, Ago mengatakan akan menyesuaikan dengan jumlah demonstran. “Kita amankan di jalur dari Palmerah ke arah Kebayoran Lama,” jelas Argo

Lebih lanjut, Argo memperkirakan jumlah demonstran massa sekitar 200 orang.

Majalah Tempo edisi 26 Februari memuat sebuah karikatur seseorang mengenakan pakaian gamis dan dengan tutup kepala berwarna putih. Wajahnya tidak tampak. Orang dengan pakaian serba putih itu hanya terlihat punggungnya saja.

Ia duduk di kursi menghadap wanita cantik berbaju merah. Keduanya digambarkan tengah berbincang.

“Maaf, saya tidak jadi pulang,” ucap orang berpakaian serba putih.
“Yang kamu lakukan itu jahat,” tutur si wanita berbaju merah.

Leave a Reply