Ganja dan Miras Jadi Faktor Penyebab Mahasiswa AS Rentan Melakukan Hubungan Seks

Liputan Indo Pengaruh buruk dari pemakaian ganja membuat mahasiswa dan mahasiswi modern di Amerika Serikat rentan melakukan hubungan seks yang berisiko. Ditambah pula jika mereka senang mengadakan pesta minuman keras.

Ganja dan minuman keras sangat mempengaruhi mereka jatuh ke dalam limbah hitam. Salah satunya, keberanian mereka berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Padahal sejumlah penelitian telah menyebutkan, pemakaian kondom adalah salah satu cara yang terbaik untuk melindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV. Berhubungan seks tanpa direncanakan pun dapat mendatangkan malapetaka.

Hasil dari penelitian yang dilakukan Oregon State University menemukan, mahasiswa lebih besar kemungkinan berhubungan seks saat mereka menggunakan ganja. Di saat yang bersamaan, mereka lupa menyediakan kondom.

Pengguna Ganja Tidak Pernah Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seks
Pengguna Ganja Tidak Pernah Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seks

Pemimpin penelitian David Kerr mengatakan, seharusnya kampanye penggunaan kondom harus lebih gencar di lakukan, agar pesannya sampai ke semua orang.

Seperti dikutip dari situs Times of India, Sabtu (23/12/2017) lalu, Kerr mengatakan, seharusnya diperhatikan juga waktu dan tempat terbaik untuk mendistribusikan kondom demi mengurangi risiko berhubungan seks yang tak diinginkan ini.

Mengingat bahwa pasangan rata-rata berhubungan seks seminggu sekali. Hal ini bisa digaris bawahi, untuk menambahkan hingga 20 lebih banyak kasus hubungan seksual setiap tahun. Studi juga menunjukkan bahwa penggunaan rutin ganja dan miras dapat mengurangi jumlah sperma. Bahkan semua agama pun melarang penggunaan ganja dan miras.

Selain itu, frekuensi coital meningkat dengan mantap bagi penggunaan ganja yang meningkat. Dosis yang tinggi sangat mendukung peran aktif ganja dalam membantu aktivitas seksual, kata studi tersebut.

Hal itu berarti kita masih harus banyak belajar tentang hubungan antara keduanya, dan bahwa kita seharusnya tidak terlalu bersemangat (atau kesal) tentang apa, yang memang merupakan penelitian pendahuluan di bidang ini.

Leave a Reply