Gak Diberikan Pinjaman, Seorang Janda Tewas Dibunuh Mahasiswa Tasikmalaya

Liputanindo.com Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tasikmalaya berinisal RFH (22) tega membunuh janda dua anak Oon Saonah alias Ica (33), di kamar 106 hotel Daya Grand, Jalan Brigjen Soetoko, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (6/3/2019) lalu.

Mahasiswa semester 6 itu mencekik Ica hingga tewas dan meninggalkan jasadnya di kamar hotel, lantaran tidak diberikan pinjaman uang oleh korban. Kepada polisi, RFH mengaku khilaf karena terlilit utang. Dia sudah kenal dekat dengan korban selama dua tahun terakhir, dan memiliki hubungan khusus.

Janda Ditemukan Tewas Dibunuh Mahasiswa

“Sudah kenal dua tahun, kalau ketemu suka dikasih uang. Tapi saat itu meminjam uang sebesar Rp 4 Juta, tidak diberi. Lalu menakut-nakuti dengan mencekik korban,” tutur RFH di Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (26/3/2019).

Setelah korban meninggal, RFH mengambil uang tunai milik korban sebesar Rp 70 juta di tas korban. Dia mengaku uang hasil curian itu dibayarkan utang dan sisanya dibelikan sejumlah barang.

Selama pelarian dan menghilangkan jejak perbuatannya, RFH menuturkan melakukan perjalanan ke beberapa kota. “Saya ke Kuningan, Cirebon, lalu ke Jakarta balik lagi ke Tasik lalu ke Jakarta lagi,” tuturnya.

Selama jadi buronan, pelaku mengaku hidup tak tenang karena merasa bersalah telah membunuh Ica. “Karena mengetahui dicari polisi, saya datang ke orang pintar agar hidup tenang,” kata dia.

Barang Bukti Pembunuhan Oon Saonah alias Ica

Sebagai barang bukti, kepolisian turut mengamankan di antaranya sejumlah buku tabungan milik korban dan pelaku, sejumlah uang tunai, telepon genggam iphone 6 S plus, dan beberapa barang milik korban saat kejadian.

Pada buku tabungan milik korban terlihat saldo terakhir sebesar Rp 161 Juta lebih. Saat ini RFH harus mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Tasikmalaya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro, mengatakan di tubuh korban saat ditemukan terlihat sejumlah luka.

“Saat pemeriksaan awal, ada luka lebam di leher, bahu tangan kiri, kelingking sebelah kiri. Dugaan sementara luka itu akibat kekerasan,” kata Dadang.

Karena perbuatannya RFH, akan dikenakan Pasal 338 atau pasal 365 ayat 3 KUHpidana, ancaman hukuman 15 tahun.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *